Permainan yang lagi viral di Indonesia ini mendapat beberapa tanggapan dari berbagai pihak nih, Buzztie. contohnya di salah satu sekolah di Banda Aceh.
Guru melakukan razia permainan lato-lato di SDN 01 Lhokseumawe, Banda Aceh hari jumat (13/1). Razia ini dilakukan karena dianggap berbahaya bagi anak sekaligus mengantisipasi gangguan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh melarang permainan Lato-lato di lingkungan sekolah. Larangan itu dimuat dalam Surat Edaran (SE) nomor 426.1/A4/006 tentang larangan membawa dan bermain lato-lato di lingkungan satuan pendidikan yang ditujukan kepada Kepala Paud, SD, SMP, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Negeri dan Swasta se-Kota Banda Aceh.
“Dengan bunyinya dan tingkat keamanannya cukup mengganggu kondusifitas lingkungan sekolah, baik dalam pembelajaran dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal membahayakan bagi peserta didik akibat permainan itu,” kata Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakrisaat
Sulaiman menyebut, SE itu hanya berlaku untuk sekolah jenjang TK, SD dan SMP se-Kota Banda Aceh. Dalam surat itu tidak memuat sanksi, para guru hanya diminta memberikan edukasi tentang permainan yang bermanfaat bagi pendidikan.
“Solusi yang ditawarkan memanfaatkan waktu luang dengan permainan-permainan yang bermanfaat dengan pendidikan, seperti program literasi dan numerasi sekolah,” ungkapnya.
Share your thoughts, Buzztie!


