By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: ChatGPT Hadirkan Fitur untuk Jaga Kesehatan Mental
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Technology > ChatGPT Hadirkan Fitur untuk Jaga Kesehatan Mental

ChatGPT Hadirkan Fitur untuk Jaga Kesehatan Mental

Published August 19, 2025
785 Views
Share
4 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

OpenAI meluncurkan fitur terbaru di ChatGPT yang akan memberi peringatan kepada pengguna untuk beristirahat apabila terdeteksi terlalu lama berinteraksi dengan layanan AI tersebut.

Fitur ini diklaim sebagai langkah untuk membangun interaksi yang lebih sehat antara manusia dan chatbot buatan.

Fitur tersebut hadir dalam bentuk pop-up bertajuk “Just Checking In” yang otomatis muncul saat pengguna dinilai sudah cukup lama mengobrol dengan ChatGPT.

“Sudah cukup lama Anda berbincang. Apakah ini saat tepat untuk beristirahat?” demikian salah satu pesan pengingat yang ditampilkan sistem.

Menurut OpenAI, fitur peduli kesehatan mental ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk merespons kekhawatiran mengenai dampak penggunaan AI terhadap kondisi mental pengguna.

Pop-up tersebut harus direspons dengan klik oleh pengguna sebelum melanjutkan sesi percakapan, serupa dengan pengingat waktu bermain yang biasa ditemukan pada konsol gim seperti Nintendo Wii dan Switch.

Di balik kesan sederhana, penambahan fitur pengingat istirahat pada ChatGPT oleh OpenAI ternyata dilatarbelakangi persoalan serius terkait kesehatan mental.

Mengutip The New York Times, sejumlah laporan mengungkap bahwa ChatGPT pernah membawa sebagian pengguna ke arah pemikiran gelap, termasuk dorongan untuk melukai diri sendiri.

Beberapa kasus melibatkan pengguna dengan riwayat gangguan mental yang sudah rentan secara emosional.

Alih-alih menghentikan atau mengalihkan pembicaraan, ChatGPT justru ikut terlibat terlalu jauh dan memperkuat ilusi serta pikiran negatif yang mereka miliki.

Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam terkait peran AI dalam percakapan sensitif. OpenAI pun mengakui adanya kelemahan sistem dalam menangani skenario tersebut.

Perusahaan menegaskan sedang melakukan pembaruan agar ChatGPT lebih berhati-hati merespons isu pribadi berisiko tinggi, khususnya yang menyangkut kondisi mental pengguna.

Menanggapi kekhawatiran atas interaksi AI yang terlalu mendalam dengan pengguna, OpenAI mengubah cara kerja ChatGPT dalam menghadapi topik sensitif maupun keputusan hidup berskala besar.

Ke depan, ChatGPT tidak lagi akan memberikan jawaban langsung untuk pertanyaan terkait high-stakes personal decisions seperti masalah kesehatan mental, konflik hubungan, hingga keputusan besar lainnya dalam hidup seseorang.

Sebagai gantinya, AI akan diarahkan membantu pengguna menemukan solusi melalui pendekatan yang lebih rasional dan reflektif.

Bantuan ini mencakup penyusunan daftar pro dan kontra, pertanyaan pemicu pemikiran, serta panduan langkah-langkah pengambilan keputusan.

Langkah tersebut bertujuan mencegah pengguna mengandalkan jawaban AI secara mentah tanpa mempertimbangkan konteks pribadi secara menyeluruh. OpenAI berharap strategi ini dapat mengurangi risiko keputusan gegabah yang diambil semata-mata berdasarkan rekomendasi AI.

Fitur pengingat istirahat turut jadi bagian dari pendekatan ini, supaya pengguna tidak terlalu larut dalam percakapan dan memiliki waktu untuk berpikir lebih jernih.

OpenAI menyadari, AI yang terlalu “penurut” justru dapat menimbulkan risiko. Pada April lalu, perusahaan bahkan menarik pembaruan ChatGPT karena dinilai terlalu menyenangkan dan selalu setuju, sehingga kehilangan objektivitas.

Dengan hadirnya fitur pengingat istirahat, pengguna diharapkan memiliki waktu untuk mengevaluasi ulang percakapan dan memastikan jawaban AI tidak menyesatkan.

“Dengan mengambil jeda, pengguna bisa menilai kembali apakah informasi yang diberikan AI benar atau hanya ilusi yang meyakinkan,” tulis OpenAI.

Langkah ini juga dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap AI. Terlebih, semakin banyak pengguna yang memanfaatkan ChatGPT untuk konsultasi pribadi, padahal ranah tersebut seharusnya menjadi tugas tenaga profesional.

OpenAI menegaskan, meskipun AI dapat menjadi alat bantu, posisinya tidak akan pernah menggantikan peran konselor atau psikolog. Perusahaan berharap, ke depannya ChatGPT dapat berkembang menjadi teknologi yang lebih aman serta digunakan secara bertanggung jawab.

You Might Also Like

Apple Resmi akan Keluarkan iPhone 17

Remaja 16 Tahun Belajar Coding Otodidak Menang Apple’s Swift Student Challenge 2024

InZOI Game Simulasi Kehidupan Serupa The Sims dengan Grafik yang Lebih Realistis

Siswa SMKN 4 Kupang Ciptakan Jemuran Pintar Berbasis Internet

China Tampilkan Robot Humanoid yang Bisa Bela Diri

TAGGED:ChatGPTJust Cheking InKesehatan Mental
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Viral Mahasiswa Baru UNMUL Berbalik Badan Saat Wagub Kaltim Berpidato
Next Article Sun Life dan CIMB Niaga Hadirkan X-Tra Plan Protection: Proteksi Jiwa, Manfaat Tahunan, dan Masa Depan Finansial yang Terencana
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Internasional
Green River College Hadirkan Hunian Modern dan Sistem Keamanan Terpadu
April 25, 2026
694 Views
National
23 Juta Jam Kerja Aman Tanpa Kecelakaan, PT Tracon Industri Memperkuat Implementasi HSE Berstandar Internasional
April 23, 2026
710 Views
Lifestyle
LIXIL Pimpin dan Fasilitasi Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kualitas Ruang Hidup yang Lebih Baik
April 15, 2026
742 Views
Lifestyle
Green River College, Mengenal Jalur College dan Akses Transfer ke Universitas Top AS
April 6, 2026
756 Views
Uncategorized
Indonesia Sambut Baik Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace
March 30, 2026
719 Views
National
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret
March 30, 2026
750 Views
Lifestyle
Malaysia Tetapkan Durian Musang King sebagai Indikasi Geografis, Negara Lain Tidak Boleh Pakai Nama Ini
March 30, 2026
751 Views
Internasional
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Sekitar 5%
March 30, 2026
730 Views
National
XXI Dapat Pendapatan Rp 5,9 Triliun Pada 2025, Ditopang Film Jumbo
March 30, 2026
722 Views
National
Sebanyak 625 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual
March 30, 2026
746 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.4k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.3k Views

Baca berita lainnya

Technology

Dua Siswi SMAN 2 Cilacap Buat Alat untuk Mendeteksi Keracunan MBG

October 10, 2025
Technology

iPhone 16 Resmi Hadir di Indonesia

April 15, 2025
Technology

Startup AS Uji Coba Mobil Terbang Tanpa Sayap yang Dibanderol Rp 4,8M

March 9, 2025
Technology

Microsoft Resmi Pangkas 6 Ribu Karyawan Secara Global

May 17, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up