Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota Sukabumi, Jawa Barat, Muhammad Cecep Abdullah (27) menorehkan kisah inspiratif yang menyentuh hati. Dikenal sebagai “Cleaner Masjid”, Cecep telah mengabdikan dirinya untuk membersihkan tempat wudhu dan toilet masjid sejak masa remajanya.
Dedikasinya yang tulus ini akhirnya membawanya ke Tanah Suci sebagai tamu undangan Kerajaan Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun 2025. Ia termasuk satu dari 1300 tamu Allah dari 100 negara yang diundang oleh Raja Salman.
Perjalanan Cecep dimulai saat ia menjadi santri di Pondok Pesantren At-Tibyan, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Di sana, ia mulai terbiasa membersihkan masjid. Tetapi, karena keterbatasan ekonomi, pada tahun 2012, Cecep terpaksa meninggalkan pesantren dan merantau ke Jakarta pada usia 14 tahun.
Di ibu kota, ia menjalani kehidupan yang penuh tantangan, bahkan sempat tidur di masjid karena tidak memiliki tempat tinggal. Di sela-sela pekerjaannya di toko herbal, Cecep tetap meluangkan waktu untuk membersihkan masjid sebelum salat berjamaah.
Setelah beberapa tahun di Jakarta, Cecep kembali ke Sukabumi dan menikah. Meski sudah berkeluarga, semangatnya untuk membersihkan masjid tidak pernah pudar. Ia bahkan membentuk komunitas “Cleaner Masjid” yang kini beranggotakan sekitar 20 orang.
Mereka rutin membersihkan hingga 12 masjid dalam sehari. Tapi, perjalanan ini tidak selalu mulus. Cecep sempat ditolak oleh beberapa pengurus masjid karena dianggap mengganggu kerja marbot. “Tapi alhamdulillah makin ke sini makin banyak yang support,” tuturnya.
Pada umrah ketiganya yang merupakan hadiah dari seorang investor, Cecep memanjatkan doa dengan penuh harap di Raudah. “Doa saya waktu itu, ‘Ya Allah undang aku haji 2025, bagaimana pun caranya,” cerita Cecep.
Tak lama setelah itu, pada 14 Mei 2025, ia dimasukkan ke dalam grup WhatsApp jemaah undangan haji 2025. “Baru ngerasa beneran bakal berangkat,” ujar dia.
Meski demikian, dirinya tak mengetahui secara betul bagaimana ia bisa terpilih sebagai jemaah undangan. “Nggak ngerti juga saya dinilai dari sisi mana. Banyak yang lebih rajin bersih-bersih dari saya, lebih sering sedekah juga. Mungkin ini murni undangan dari Allah,” katanya.
Menjelang keberangkatan yang dijadwalkan pada 29 Mei 2025, Cecep mulai menyiapkan dokumen seperti paspor, vaksin meningitis, pakaian ihram, jas, dan celana formal. “Katanya nanti ada sesi foto dengan perwakilan kerajaan, jadi kita juga harus siap secara formal,” ujarnya.
Tapi, bagi Cecep, persiapan paling penting tetap batin dan fisik. Ia menyadari suhu di Arab Saudi sedang tinggi, sehingga menjaga kebugaran tubuh juga jadi prioritas.
Kisah Cecep adalah bukti bahwa ketulusan dan konsistensi dalam berbuat kebaikan dapat membuka jalan menuju keberkahan yang tak terduga. Dari langkah kecil menyapu lantai masjid, kini ia melangkah ke pelataran Ka’bah sebagai tamu kehormatan.


