Aktor asal Amerika Serikat Bruce Willis terdiagnosis demensia jenis frontotemporal dementia (FTD). Berita ini disampaikan oleh pihak keluarga. Penyakit ini diketahui dapat memicu terjadinya masalah perilaku hingga kemampuan berbahasa.
“Meski ini menyakitkan, bisa mendapatkan diagnosis yang jelas merupakan hal yang melegakan,” jelas pihak keluarga Willis melalui pernyataan resmi mereka, seperti dilansir WebMD.
Kendala berbahasa sudah dialami oleh Willis sejak sekitar satu tahun lalu. Ketika itu, Willis didiagnosis dengan aphasia atau gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi. Gangguan itu membuat sang aktor memutuskan untuk rehat dari dunia akting.
Pihak keluarga mengungkapkan kalau FTD merupakan kondisi yang umumnya membutuhkan waktu tahunan sampai diagnosis bisa ditegakkan. Berkaitan dengan hal ini, pihak keluarga berharap diagnosis FTD pada Willis dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat mengenai kondisi tersebut.
“Saat ini tak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit tersebut, ini merupakan sebuah kenyataan yang kami harap bisa berubah di tahun-tahun ke depan,” ujar pihak keluarga Willis.
Mayo Clinic mengungkapkan, FTD merupakan istilah untuk serangkaian gangguan otak yang utamanya mempengaruhi lobus frontal dan temporal di otak. Area otak tersebut diketahui berkaitan dengan kepribadian, perilaku, serta kemampuan berbahasa.
FTD merupakan jenis demensia tak umum yang menyebabkan masalah pada perilaku dan bahasa,” lanjut National Health Service atau NHS melalui laman resmi mereka.
Secara umum, demensia paling banyak terjadi pada individu berusia di atas 65 tahun. Meski begitu, FTD cenderung muncul dalam rentang usia yang lebih muda. Sebagian besar kasus FTD terdiagnosis pada kelompok usia 45-65 tahun. Seperti demensia lain, FTD juga cenderung mengalami perkembangan secara perlahan. Kondisi ini akan memburuk secara bertahap dalam kurun waktu beberapa tahun.
Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh FTD bisa membuat penderitanya kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terkadang penderita FTD juga tak bisa merawat diri sendiri sehingga akan membutuhkan pendampingan dari orang lain. Berikut adalah gejala dari FTD:
1. Perubahan kepribadian atau perilaku
Penderita FTD mungkin akan terlihat berperilaku tidak pantas atau bertindak secara impulsif. Mereka juga bisa menunjukkan sikap egois atau tidak memiliki simpati terhadap orang lain, mengabaikan kebersihan diri, makan berlebih, atau tidak memiliki motivasi.
2. Masalah berbahasa
Penderita FTD mungkin akan berbicara secara lambat, sulit mengucapkan suatu kata, menyusun kalimat dengan urutanya yang salah, atau menggunakan suatu kata secara keliru.
3. Masalah daya ingat
Masalah seperti ini cenderung terjadi ketika kondisi FTD sudah memasuki tahap lanjut.
4. Masalah fisik
Terkadang, masalah fisik juga bisa dialami oleh penderita FTD. Mereka mungkin bergerak secara lambat atau kaku, kehilangan kontrol untuk buang air besar dan kecil, lemah otot, serta kesulitan menelan.


