Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan sistem satu arah (one way) di tujuh ruas jalan untuk mengurangi kemacetan. Kebijakan ini akan paralel ditetapkan dengan rencana penutupan 27 titik putaran balik (U-turn).
“Paralel dengan itu (penutupan U-turn juga akan dilakukan pengaturan sistem satu arah pada 7 ruas jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo.
Dia tidak merinci 7 ruas jalan yang bakal diberlakukan one way. Sama seperti penutupan 27 U-turn, penerapan one way ini ditargetkan efektif pada Juni tahun ini.
“Sehingga prinsip untuk kerja jaringan seluruh ruas jalan yang ada itu bisa kita tingkatkan, paling lambat Juni,” kata Syafrin.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal menutup 27 putaran balik (U-turn) demi mengurangi kemacetan. Penutupan akan dilakukan bertahap hingga Juni nanti, Buzztie.
“Total U-turn itu ada 27 titik yang nantinya akan ditutup, ini tersebar di 5 wilayah, kami rencanakan penutupan secara keseluruhan di semester 1 ini akan ditutup,” kata Syafrin.
He said the existence of a U-turn point also affected traffic conditions. He said that a study had previously been carried out before the policy was taken to close the U-turn.
“Cukup tinggi mempengaruhi pergerakan. Karena begitu yang bersangkutan akan berputar biasanya manuver itu akan memakan satu setengah lajur jika dia sebelah kanan otomatis sebelah kiri dia gunakan,” ucapnya.
Dia mengatakan penutupan U-turn ini akan dievaluasi selama 3 bulan sampai nantinya ditutup permanen. Sebelum putaran balik ditutup permanen, Dishub DKI akan menggunakan water barrier.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mempersiapkan sejumlah program untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota. Dia menyebut program ini perlu dukungan semua masyarakat DKI Jakarta.
“Sekali lagi, tentunya dukungan semua masyarakat,” kata Heru.
Program pertama untuk mengatasi kemacetan adalah mengurangi U-turn. Lalu, program kedua adalah menambah jalur satu arah di jam padat kendaraan seperti pagi atau sore.
Polda Metro Jaya menyambut baik usul Heru Budi tersebut. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengakui U-turn jadi salah satu penyebab munculnya kemacetan di Jakarta.
“Ya selama itu kan kita lihat lapangan, memang U-turn ini bisa menjadi penyebab macet salah satu,” kata Kombes Latif.
Adanya one way juga disebutnya bisa mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Latif mengatakan pihaknya akan melakukan kajian bersama Pemprov DKI Jakarta terkait masalah U-turn ini.
“Nanti kalau semua sudah dibuat satu arah dan juga bisa membantu. Kita akan kaji lagi bersama-sama,” imbuh Latif.
Let us know your thoughts, Buzztie!


