Baru-baru ini, viral di media sosial seorang YouTuber Denmark perbaiki jembatan di Wakatobi. Aksinya tersebut justru mendapat rasa kekecewaan di hati Kepala Desa Samabahari bernama Gamis.
Kepala Desa Samabahari, Wakatobi, tersebut mengaku kecewa saat turis Denmark perbaiki jembatan yang rusak di daerahnya. Gamis kecewa karena para pemerintah desa setempat tidakk tahu aksi perbaikan yang dilakukan sang turis Denmark, dilansir dari akun instagram @terang_media, Senin (1/7).
“Youtuber ini sangat sangat mengecewakan karena tanpa sepengetahuan kami dari Pemerintah desa, dia melakukan sesuatu yang tidak kami ketahui,” katanya.
Selain itu Gamis menyebut jika turis Denmark itu bukanlah memperbaki jembatan secara sepenuhnya. Dia mengatakan kalau jembatan yang diperbaiki adalah penghubung ke penginapan dan bukan jalan umum.
“Kemudian yang digantinya kemarin bukan hanya keseluruhan, tapi hanya sebuah papan atas, seharusnya jembatan itu masih layak pakai satu atau dua tahun yang akan datang, hanya kenapa diperbaiki, karena itu bukan jembatan umum, itu hanya penghubung ke rumah homestay keluarga,” sambung Gamis.
Sementara itu, sebelumnya viral aksi uris asal Denmark menyita perhatian publik karena kebaikannya memperbaiki jembatan rusak di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Aksi bule asal Denmark bernama Kristian Hansen itu pun viral di media sosial usai diunggahnya lewat akun @thekristianhansen, Kamis, (27/6).
Karena inisiatifnya, Kristian Hansen mengajak warga untuk memperbaiki jembatan yang telah rusak bertahun-tahun di Wakatobi.
Masalahnya, Hansen merasa prihatin dengan kondisi jembatan kayu yang sudah rusak dan membahayakan saat mendatangi perkampungan Suku Bajo, di pulau Wakatobi. Ditambah lagi, banyak orang tua dan anak-anak dikabarkan jatuh karena jembatan yang sudah ringkih.
Tidak heran, warga di sana tidak henti mengingatkan para wisatawan agar berhati-hati saat sedang berkunjung ke sana. Tidak terkecuali, saat Hansen berkunjung ke sana.
“Waktu saya pertama kali datang ke desa ini. Semua orang bilang, ‘Be Careful’. Dan akan saya kasih tahu kenapa,” ujar Hansen, dalam konten video yang dibagikan di akun Instagramnya, @thekristianhansen.
Wakatobi merupakan salah satu surga maritim di Tanah Air. Karena itu, tak heran jika masyarakat yang tinggal di pulau tersebut dikenal dengan julukan ‘Manusia Laut’.
Setelah mengetahui kondisi tempat tinggal dan lingkungan warga Suku Bajo tersebut, hati Hansen tergerak dan berinisiatif ingin memperbaiki kerusakan jembatan dan atap rumah di sana.
“Tapi jembatan mereka sudah berusia lebih dari 10 tahun. Terkadang, anak-anak dan orangtua jatuh dan terluka,” kata Hansen dalam videonya.
Hansen kemudian berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp75 juta dalam kurun waktu 24 jam melalui penggalangan dana di Instagram.
Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan seperti kayu dan peralatan lainnya yang diperlukan untuk memperbaiki jembatan yang sudah sangat rusak parah di Kampung Terapung Sampela, Wakatobi.
“Jadi kami mengumpulkan dana 75 juta untuk membantu mereka dan penduduk setempat setuju untuk gotong royong,” terangnya.
Kini, warga setempat telah memiliki jembatan dan rumah yang layak dan aman. Karena aksinya itu, ia mengaku sangat puas bisa membantu masyarakat dan memberikan dampak begitu besar. Ia lantas turut mengapresiasi para donatur yang telah turut andil untuk mendukung aksi mulianya itu.
“Terkadang sedikit bantuan, bisa membuat perbedaan besar. Jadi terima kasih kepada 300 orang lebih dari seluruh dunia, yang sudah membantu kami mewujudkannya. Tempat ini adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Saya menjamin, pengalaman yang tidak akan pernah kamu lupakan,” ungkapnya.


