By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: China Lakukan Misi Berbahaya ke Sisi Terjauh Bulan
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Technology > China Lakukan Misi Berbahaya ke Sisi Terjauh Bulan

China Lakukan Misi Berbahaya ke Sisi Terjauh Bulan

Published May 10, 2024
278 Views
Share
5 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

China bakal mengirimkan rover atau wahana ruang angkasa robotik dalam beberapa hari mendatang dalam perjalanan bolak-balik ke sisi jauh Bulan, Buzztie. Ini adalah misi pertama dari tiga misi yang berisiko secara teknis, yang akan membuka jalan bagi pendaratan perdana awak China di Bulan, dan pendirian pangkalan di kutub selatan Bulan.

Sejak misi Chang’e pertama pada tahun 200, China sudah membuat lompatan maju dalam eksplorasi Bulan, sehingga mempersempit jurang teknologi dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Pada tahun 2020, China membawa kembali sampel dari sisi dekat Bulan dalam pengambilan sampel pertama dalam lebih dari empat dekade, yang memastikan untuk pertama kalinya China dapat dengan aman mengembalikan pesawat ruang angkasa tanpa awak ke Bumi dari permukaan Bulan.

Pekan ini, China diperkirakan akan meluncurkan Chang’e-6 menggunakan pesawat ruang angkasa cadangan dari misi tahun 2020, dan mengumpulkan tanah dan bebatuan dari sisi Bulan yang secara permanen menghadap jauh dari Bumi.

Karena tidak ada garis pandang langsung dengan Bumi, Chang’e-6 harus bergantung pada satelit relai yang baru saja dikerahkan untuk mengorbit bulan selama misi 53 hari, termasuk upaya pendakian yang belum pernah dilakukan sebelumnya dari sisi ‘tersembunyi’ Bulan saat kembali dalam perjalanan pulang.

Satelit relai yang sama akan mendukung misi Chang’e-7 dan 8 tanpa awak masing-masing pada tahun 2026 dan 2028, ketika China mulai menjelajahi kutub selatan untuk mencari air dan membangun pos terdepan dengan Rusia. China berencana mengirim astronautnya ke Bulan pada tahun 2030.

Dikutip dari Reuters, rencana China ini rupanya membuat AS Dan NASA cemas. Administrator NASA, Bill Nelson, sudah berulang kali memperingatkan kalau China akan mengklaim sumber daya apa pun di Bulan sebagai miliknya. Sementara China menepis tudingan ini dengan mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua negara dalam membangun masa depan bersama.

Pada Chang’e-6, China akan membawa muatan dari Prancis, Italia, Swedia, dan Pakistan. Kemudian pada Chang’e-7, muatannya berasal dari Rusia, Swiss, dan Thailand.

Sementara itu,NASA dilarang oleh hukum AS untuk melakukan kolaborasi apa pun, baik langsung maupun tidak langsung, dengan China. Di bawah program Artemis terpisah yang dipimpin NASA, astronaut AS akan mendarat di dekat kutub selatan pada tahun 2026, yang merupakan manusia pertama di bulan sejak tahun 1972.

“Kerja sama internasional adalah kunci (untuk eksplorasi Bulan). Hanya saja saat ini China dan AS tidak bekerja sama. Saya berharap hal itu akan terjadi,” kata Clive Neal, profesor geologi planet di University of Notre Dame.

Chang’e 6 akan mencoba mendarat di sisi timur laut Cekungan Kutub Selatan-Aitkin yang luas, kawah tubrukan tertua yang diketahui di Tata Surya. Pendaratan paling selatan yang pernah dilakukan di sana adalah pada bulan Februari oleh IM-1, sebuah misi gabungan antara NASA dan perusahaan swasta Intuitive Machines yang berbasis di Texas.

Setelah mendarat di Malapert A, sebuah lokasi di dekat kutub selatan yang diyakini relatif datar, pesawat ruang angkasa tersebut miring tajam ke satu sisi di tengah sejumlah masalah teknis, yang mencerminkan sifat pendaratan di Bulan yang berisiko tinggi.

Kutub selatan digambarkan oleh para ilmuwan sebagai sabuk emas untuk eksplorasi Bulan. Es di kutub dapat menopang basis penelitian jangka panjang tanpa bergantung pada sumber daya mahal yang diangkut dari Bumi.

Chandrayaan-1 India yang diluncurkan pada tahun 2008 mengkonfirmasi keberadaan es di dalam kawah kutub. Pengembalian sampel Chang’e-6 juga dapat menjelaskan lebih banyak tentang evolusi awal Bulan dan Tata Surya bagian dalam.

Kurangnya aktivitas vulkanik di sisi jauh Bulan berarti terdapat lebih banyak kawah yang tidak tertutup oleh aliran lava purba, sehingga melestarikan material dari pembentukan awal Bulan.

Sejauh ini, semua sampel Bulan yang diambil oleh AS dan Uni Soviet pada tahun 1970-an, dan China pada tahun 2020, berasal dari sisi dekat Bulan, tempat aktivitas vulkanik jauh lebih aktif. Chang’e-6, setelah pendaratan berhasil, akan mengumpulkan sekitar 2 kilogram sampel dengan sendok mekanis dan bor.

“Jika berhasil, misi Chang’e-6 China akan menjadi peristiwa penting,” kata Leonard David, penulis ‘Moon Rush: The New Space Race’.

“Robot yang menjangkau sisi jauh Bulan, dan membawa spesimen kembali ke Bumi, membantu mengisi kekosongan tentang asal usul Bulan kita yang masih belum jelas,” tutupnya.

You Might Also Like

OpenAI akan Uji Tayangkan Iklan dalam ChatGPT

Jepang Punya Aplikasi Kencan yang Bisa Nikah dengan AI

Meta Luncurkan Kacamata AI dengan Layar AR Pertama di Dunia

Startup di AS Buat AI yang Memungkinkan Bisa Berkomunikasi dengan Orang yang Sudah Meninggal

Microsoft Mendadak Larang ChatGPT

TAGGED:BulanChinaPerjalanan
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article DPR Minta Kampus Identifikasi Semua Penerima KIP Kuliah
Next Article Kronologi Tarsum Memutilasi Sang Istri
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
54 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
728 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
778 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
68 Views
Internasional
Harga LPG Non Subsidi Kembali Alami Kenaikan
May 6, 2026
734 Views
National
Siap-siap, Kendaraan Listrik akan Dikenakan Pajak
May 6, 2026
725 Views
Internasional
Inggris Resmi Setujui RUU yang Larang Penjualan Rokok untuk Generasi 2009 ke Atas
May 6, 2026
718 Views
National
UU PPRT Resmi Disahkan, Kini Pekerja Rumah Tangga dapat Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial
May 6, 2026
734 Views
Lifestyle
Hammersonic Fest Resmi Jadi Private Festival, Tiket akan Di-Refund 100%
May 6, 2026
721 Views
Lifestyle
Chanel Luncurkan Set Catur Super Mewah Senilai 4 Juta Dollar
May 6, 2026
721 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.4k Views

Baca berita lainnya

Technology

Boston Dynamics Rilis Robot yang Bisa Breakdance dan Salto Makin Mirip dengan Manusia

March 26, 2025
Technology

Ilmuwan Amerika Berhasil Hidupkan Kembali Dire Wolf yang Sudah Punah

April 11, 2025
LifestyleTechnology

Ada “Hidden Game” di DM Instagram

March 23, 2024
Technology

Kontroversi Foto Jadi Animasi Ghibli Pakai AI, Dunia Kreatif Heboh

April 11, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up