Kemacetan DKI Jakarta sampai saat ini belum menemukan solusi terbaik. nih, Buzztie. Meskipun sudah berbagai cara dilakukan, kemacetan masih menjadi pemandangan ‘wajib’ setiap harinya.
Karena hal tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengusulkan kenaikan tarif parkir di DKI Jakarta.
Adapun hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman saat rapat bersama Pemprov DKI Jakarta dan Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (24/12).
Lebih lanjut, Latif menyebut tarif parkir per jam yang berlaku saat ini masih relatif murah. Dia berharap dengan adnya kenaikan tarif parkir, maka pengguna kendaraan bakal beralih ke transportasi umum.
Dengan demikian kemacetan perlahan bisa diatasi.
“Mungkin saya usulkan untuk peningkatan ini. Bagaimana parkir ini harus dimahalkan. Paksa orang untuk beralih kepada angkutan umum, kalau parkir-parkir ini masih angkanya segitu, ya sudah,” tuturnya.
Selain ini kenaikan tarif juga di setiap lahan, termasuk gedung pemerintahan juga bertujuan untuk meningkatkan pengguna transportasi umum.
Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa indeks kemacetan di DKI Jakarta diperkirakan berada di atas 50 persen pada awal 2023. Angka tersebut sama dengan indeks kemacetan di Jakarta pada tahun 2019.
Berdasarkan survei TomTom, Jakarta berada di urutan ke-10 kota termacet sedunia 2019.
Menurut kalian efektifkah, Buzztie?


