Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok kembali menjadi sorotan dunia. Baru-baru ini, publik dibuat tercengang oleh kemampuan teknologi AI di Gedung SenseTime, Beijing, yang mampu memantau dan menganalisis aktivitas kota secara real time hanya dalam hitungan detik.
Sebuah video yang diunggah oleh tokoh publik Helmy Yahya melalui akun Instagram resminya pada Kamis (3/7) memperlihatkan bagaimana kecanggihan teknologi ini bekerja.
Dalam tayangan tersebut, sistem AI di pusat kontrol mampu mendeteksi berbagai insiden seperti kecelakaan lalu lintas, kebakaran, tindak kejahatan, hingga kemacetan yang terjadi di berbagai titik kota.
Tak hanya itu, AI canggih ini bahkan bisa mengidentifikasi pelanggaran kecil seperti sepeda motor yang melaju di trotoar, tumpukan sampah, hingga kendaraan yang parkir sembarangan.
Semua data yang tertangkap kamera dianalisis secara otomatis untuk memberi respons cepat kepada petugas di lapangan.
“Masyaallah! Segitunya kemajuan teknologi AI China. Aplikasi ini bisa sangat membantu pengawasan dan manajemen kota yang lebih akurat dan cepat. Copet pun bisa ketahuan. Sampah numpuk atau parkir salah pun ketahuan. Apalagi cuma motor yang jalan di trotoar,” tulis Helmy Yahya dalam keterangannya.
Teknologi pengawasan canggih ini disebut menjadi tulang punggung dalam menciptakan konsep smart city di China yakni kota yang tidak hanya digital, tetapi juga responsif terhadap situasi darurat secara otomatis.
Pemerintah China memanfaatkan teknologi ini sebagai bagian dari strategi besar untuk menciptakan lingkungan urban yang lebih tertib, aman, dan efisien.
Dengan kemampuan analisis data secara instan, AI memungkinkan petugas mengambil tindakan tepat dalam hitungan detik.
Inovasi semacam ini menjadi bukti bagaimana AI bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi juga aktor utama dalam transformasi tata kelola kota modern.


