By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Studi Sun Life: Keamanan Finansial Jadi Prioritas Utama dalam Perencanaan Warisan, Namun Banyak Keluarga Khawatir Kekayaan Tak Akan Bertahan ke Generasi Berikutnya
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Studi Sun Life: Keamanan Finansial Jadi Prioritas Utama dalam Perencanaan Warisan, Namun Banyak Keluarga Khawatir Kekayaan Tak Akan Bertahan ke Generasi Berikutnya

Studi Sun Life: Keamanan Finansial Jadi Prioritas Utama dalam Perencanaan Warisan, Namun Banyak Keluarga Khawatir Kekayaan Tak Akan Bertahan ke Generasi Berikutnya

Published November 5, 2025
729 Views
Share
6 Min Read
Keterangan foto: ilustrasi
SHARE

Sun Life Indonesia hari ini merilis hasil survei terbaru bertajuk Passing the Torch: Building Lasting Legacies in Asia, yang menunjukkan bahwa keamanan finansial menjadi fondasi utama dalam perencanaan warisan di kawasan Asia. Namun demikian, sebanyak 60% responden mengaku khawatir bahwa kekayaan mereka tidak akan bertahan melewati generasi anak-anak mereka, menandakan pentingnya perencanaan yang lebih terstruktur dan peningkatan literasi finansial antar generasi.

Survei ini melibatkan lebih dari 3.000 responden di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam, untuk menggali lebih dalam pandangan, perilaku, dan aspirasi masyarakat Asia dalam merencanakan warisan—baik dalam bentuk kekayaan finansial maupun nilai-nilai dan tradisi keluarga.

Membangun Warisan Keamanan dan Peluang untuk Masa Depan

Sebanyak 70% responden menempatkan perlindungan finansial keluarga sebagai prioritas utama dalam perencanaan warisan. Prioritas berikutnya adalah memastikan adanya rencana pewarisan yang jelas dan tersampaikan dengan baik untuk menghindari kebingungan atau sengketa (53%), serta membangun kekayaan yang cukup untuk diteruskan kepada generasi berikutnya (48%).

Sebagian besar responden ingin agar kekayaan yang mereka tinggalkan tetap produktif. Sebanyak 59% berharap warisan tersebut diinvestasikan dalam aset finansial, asuransi jiwa, atau bisnis keluarga agar terus menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Jumlah yang sama (59%) juga ingin warisan mereka digunakan untuk kebutuhan dasar seperti perumahan dan kesehatan, serta 56% ingin warisan tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan hingga jenjang universitas atau pelatihan kejuruan.

Kekhawatiran Kekayaan Tidak Bertahan Melewati Generasi Anak

Hampir dua pertiga (60%) responden khawatir bahwa kekayaan mereka tidak akan bertahan melewati generasi anak-anak mereka. Lebih dari separuh (55%) juga merasa bahwa ahli waris mereka belum memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengelola harta peninggalan. Hanya 31% yang percaya anak-anak mereka akan menjaga, mengembangkan, dan melanjutkan nilai-nilai serta kehendak mereka dalam hal pengelolaan kekayaan.

Kekhawatiran ini paling kuat dirasakan oleh kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, di mana 28% menyebut diri mereka “sangat khawatir” terhadap keberlangsungan kekayaan keluarga.

Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, mengatakan, “Kami melihat adanya perubahan cara pandang keluarga terhadap konsep warisan—tidak hanya seputar kekayaan, tetapi juga bagaimana memberikan rasa aman, pendidikan, dan kehidupan yang lebih bermakna bagi generasi berikutnya. Hasil survei ini menegaskan pentingnya perencanaan proaktif, bimbingan profesional, serta komunikasi terbuka dalam keluarga agar nilai dan aset dapat diwariskan secara berkelanjutan.”

Warisan Bukan Sekadar Harta, Tapi Juga Makna

Bagi banyak keluarga di Asia, warisan tidak hanya diartikan sebagai harta benda. Sebanyak 41% responden ingin meninggalkan warisan dalam bentuk kekayaan—baik uang, properti, maupun bisnis keluarga. Sementara itu, 15% ingin meneruskan tradisi keluarga, dan 13% berharap dapat memberikan pengaruh positif secara pribadi kepada keluarga dan sahabat mereka.

Namun, kekhawatiran terhadap hilangnya nilai-nilai keluarga cukup tinggi. Hanya 31% responden percaya anak-anak mereka akan menjaga tradisi keluarga. Beberapa alasan utama yang disebutkan adalah perbedaan prioritas antar generasi (58%), keterlibatan yang terbatas (39%), salah tafsir terhadap nilai-nilai keluarga (30%), dan lemahnya ikatan antar generasi (29%).

Maika menambahkan, “Kini semakin banyak keluarga yang memandang warisan sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar peninggalan finansial. Mereka ingin meninggalkan dampak yang berkelanjutan—melalui pendidikan, kesehatan, dan kesempatan hidup yang lebih baik bagi generasi berikutnya.”

Banyak yang Masih Belum Siap Meski Kesadaran Semakin Tinggi

Meski kesadaran terhadap pentingnya perencanaan warisan semakin meningkat, tingkat kesiapan masih tergolong rendah. Hanya 19% responden yang merasa benar-benar siap jika harus meninggalkan warisan hari ini, meningkat sedikit menjadi 29% di kalangan masyarakat berpenghasilan tinggi. Hanya 10% yang telah menyiapkan dan mengomunikasikan rencana warisan secara lengkap, sementara hampir separuh (45%) baru memiliki sebagian rencana, dan 31% sama sekali belum menyiapkannya.

Kesadaran terhadap alat perencanaan seperti surat wasiat, perwalian, dan penasihat keuangan memang tinggi, namun penggunaannya masih rendah. Sebanyak 70% mengetahui adanya dokumen perencanaan warisan, tetapi hanya 38% yang benar-benar menggunakannya. Begitu pula dengan penasihat keuangan—67% mengetahuinya, tetapi hanya 36% yang pernah berkonsultasi.

Sebagian besar diskusi tentang warisan di dalam keluarga juga belum terstruktur. Hampir separuh (44%) masih dilakukan secara informal, padahal hanya 27% responden yang menganggap cara ini paling efektif.

Maika menjelaskan, “Banyak keluarga yang sudah mulai membicarakan soal warisan, tapi belum benar-benar membuat rencana konkret. Diskusi yang lebih terstruktur dan melibatkan seluruh anggota keluarga penting untuk menghindari konflik dan memastikan warisan dapat diteruskan dengan jelas dan berkelanjutan.”

Literasi Finansial: Bentuk Warisan Bernilai bagi Generasi Berikutnya

Keluarga kini semakin melihat pendidikan finansial sebagai bentuk warisan tak ternilai. Sebagian besar responden mengatakan mereka telah atau berencana untuk berbagi pengalaman finansial pribadi (54%), melakukan diskusi terbuka tentang keuangan (53%), serta mengajarkan dasar-dasar pengelolaan keuangan (53%).

Kebutuhan akan bimbingan profesional juga meningkat. Sebanyak 37% responden telah menggunakan jasa penasihat keuangan, dan 42% berencana melakukannya. Kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi memimpin (58%), diikuti Gen Z (47%) yang menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya dukungan finansial yang terstruktur.

Maika menutup, “Hari ini, banyak keluarga ingin mewariskan lebih dari sekadar harta. Mereka ingin memberikan pengetahuan dan nilai untuk mengelola kekayaan dengan bijak. Sun Life berkomitmen untuk mendampingi keluarga Indonesia membangun warisan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga membawa makna bagi generasi-generasi berikutnya.”

You Might Also Like

Jersey Klub “PSKC” Cimahi Ditemukan di Toko Ternama di Berlin

Mulai 1 April, Twitter akan Hapus Centang Biru Gratisan

Seorang Mahasiswi Buka Jasa Cabut Uban dengan Tarif Rp25 Ribu per Jam

Resmi! Akun Centang Biru Twitter Berbayar Rp125 Ribu Perbulan

Karen’s Diner Dikabarkan Bangkrut dan akan Tutup di Inggris

TAGGED:Sun LifeSun Life Indonesia
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Lukisan Langka Picasso Dilelang Laku 600 Miliar
Next Article Tarif TransJakarta akan Naik Menjadi Rp5 Ribu
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
52 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
726 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
777 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
68 Views
Internasional
Harga LPG Non Subsidi Kembali Alami Kenaikan
May 6, 2026
734 Views
National
Siap-siap, Kendaraan Listrik akan Dikenakan Pajak
May 6, 2026
725 Views
Internasional
Inggris Resmi Setujui RUU yang Larang Penjualan Rokok untuk Generasi 2009 ke Atas
May 6, 2026
717 Views
National
UU PPRT Resmi Disahkan, Kini Pekerja Rumah Tangga dapat Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial
May 6, 2026
734 Views
Lifestyle
Hammersonic Fest Resmi Jadi Private Festival, Tiket akan Di-Refund 100%
May 6, 2026
721 Views
Lifestyle
Chanel Luncurkan Set Catur Super Mewah Senilai 4 Juta Dollar
May 6, 2026
721 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.4k Views

Baca berita lainnya

Technology

Di China Pengiriman Makanan Bisa Menggunakan Drone

February 3, 2025
Lifestyle

Robot AI akan Masuk ke Industri Film Dewasa, Model OnlyFans Cemas

February 28, 2023
Lifestyle

Keseringan Rebahan Bisa Picu Sakit Jantung

March 22, 2024
InternasionalTechnology

China Bakal Saingi NVIDIA: Bangun Sekolah Semikonduktor, Minta Ahli Chip Pulang

February 28, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up