By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Startup di AS Buat AI yang Memungkinkan Bisa Berkomunikasi dengan Orang yang Sudah Meninggal
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Technology > Startup di AS Buat AI yang Memungkinkan Bisa Berkomunikasi dengan Orang yang Sudah Meninggal

Startup di AS Buat AI yang Memungkinkan Bisa Berkomunikasi dengan Orang yang Sudah Meninggal

Published July 3, 2025
814 Views
Share
6 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Awal Mei 2025, dalam sebuah persidangan, Christopher Pelkey—yang tewas dalam tragedi penembakan di Arizona, Amerika Serikat pada 2021—muncul berbicara di depan hakim dan terdakwa Gabriel Paul Horcasitas.

Dari video berdurasi sekitar 4,5 menit, dengan latar belakang putih, Pelkey menyampaikan pernyataannya sebagai korban dan memaafkan terdakwa, yang divonis 10,5 tahun penjara karena pembunuhan itu.

“Bagi Gabriel Horcasitas, pria yang menembak saya, sungguh memalukan kita bertemu hari itu dalam situasi seperti itu,” kata Pelkey ​​di pengadilan.

“Di kehidupan lain, kita mungkin bisa berteman.”

Saudara perempuan Pelkey, Stacey Wales mengatakan, dia “membangkitkan” Pelkey berbekal rekaman suara, video, dan gambar Pelkey, yang mati di usia 37 tahun, dalam sebuah video menggunakan bantuan teknologi artificial intelligence (AI).

“Membangkitkan” yang mati

Kesaksian korban yang sudah mati lewat teknologi AI itu merupakan yang pertama dilakukan di pengadilan Amerika Serikat, bahkan barangkali perdana di dunia. Kini, menghidupkan orang mati bukan lagi bualan fiksi ilmiah berkat kekuatan AI.

AI pun dimanfaatkan untuk menghidupkan selebritas yang sudah meninggal. Sebut saja, aktor Amerika Serikat James Dean yang meninggal pada 1955 dihidupkan dalam film Back to Eden (2011), lalu ada Carrie Fisher, Harold Ramis, dan Paul Walker yang kembali memerankan peran ikonik dalam film usai mereka meninggal dunia.

Di Indonesia, penyanyi Nike Ardilla yang meninggal karena kecelakaan pada 1995 lalu, turut menyapa penonton dan bernyanyi dalam acara Synchronize Fest 2024 pada Oktober tahun lalu.

Beberapa perusahaan digital melihat peluang komersial soal gagasan ini. Re: Memory misalnya, memungkinkan kita membuat versi virtual interaktif seseorang setelah mewawancarai dan merekamnya selama tujuh jam. HereAfter AI, bisa mewawancarai seseorang untuk akhirnya membuat versi digital setelah kematiannya.

Pada 2021, dikutip dari The Guardian, Joshua Barbeau menjadi perbincangan karena menggunakan GPT-3 untuk membuat chatbot yang berbicara dengan suara mendiang kekasihnya. Enam tahun sebelumnya, pengembang Eugenia Kuyda mengubah pesan teks teman dekatnya menjadi chatbot, yang akhirnya mengarah pada terciptanya aplikasi pendamping AI populer Replika.

Tahun 2021, situs silsilah MyHeritage memperkenalkan Deep Nostalgia, sebuah fitur yang membuat video animasi leluhur pengguna dari foto diam. Setahun kemudian, MyHeritage memperkenalkan DeepStory, yang memungkinkan pengguna membuat video berbicara.

Terbaru, Google merilis video AI Veo 3, yang bisa menciptakan konten berbasis AI yang fokus pada pembuatan video. Fitur ini lebih canggih dan tidak repot karena, dilansir dari situs Deepmind, Veo 3 hanya memakai perintah teks untuk membuat video sinematik dengan kualitas yang sangat baik. Fitur ini pun sekarang tengah menjadi tren di media sosial.

Dalam penelitiannya berjudul “Generative ghosts: Anticipating benefits and risks of AI afterlives” (Desember, 2024), periset dari Universitas Colorado Boulder, Jed Brubaker dan dari Google Deepmind, Meredith Ringel Morris menyebut fenomena ini sebagai hantu generatif bertenaga AI. Istilah lainnya, deadbot dan kloning digital.

Menurut Brubaker, risiko dari penggunakan AI semacam ini lebih kompleks dan sering kali tidak begitu jelas. “Manfaatnya, seperti memberikan kenyamanan emosional. Namun, risikonya perlu penjelasan lebih lanjut agar dapat diperkirakan dan dihindari,” kata Brubaker dan Morris dalam laporan itu.

Mereka mengingatkan, bakal ada ketergantungan emosional pada mesin yang mewakili seseorang yang sudah tiada. Masalah lainnya yang akan timbul terkait reputasi atau privasi. Beberapa orang bisa memprogram hantu generatif mereka untuk terus “mengganggu” seseorang dari “akhirat”.

Menurut peneliti hukum publik internasional dan AI tutor dari Universitas Oberta de Catalunya, Damian Tuset Varela dalam The Conversation, dari sudut pandang etika, bisnis semacam ini melanggar prinsip dasar rasa hormat dan martabat yang seharusnya menjadi pedoman dalam interaksi antarmanusia.

“Berduka adalah proses yang intim dan sakral, jalan menuju penerimaan dan kedamaian batin setelah kehilangan,” kata Varela.

“Oleh karena itu, campur tangan komersial dalam proses ini dianggap sebagai bentuk eksploitasi emosional, yang memanfaatkan orang-orang di salah satu momen paling rentan dalam hidup mereka.”

Peneliti dari Leverhulme Centre for the Future of Intelligence Universitas Cambridge, Tomasz Hollanek dan Katarzyna Nowaczyk-Basinska dalam jurnal Philosophy & Technology (2024) menyebut, “rekreasi” digital orang yang sudah meninggal sudah hampir menjadi kenyataan dan sangat membutuhkan regulasi. Mereka memperingatkan, deadbot dapat menyebabkan bahaya psikologis, bahkan “menghantui” pembuat dan penggunanya.

“Bidang AI ini merupakan ladang ranjau etika. Penting untuk memprioritaskan martabat orang yang telah meninggal dan memastikan hal ini tidak diganggu oleh motif finansial dari layanan ‘akhirat’ digital,” ujar para peneliti.

Risiko lainnya, perusahaan bisa memonetisasi layanan warisan digital mereka melalui iklan. Hal ini menyangkut pula pada persetujuan dan perlindungan data pribadi. Penelitian Masaki Iwasaki menegaskan, dalam survei yang dilakukan di Amerika Serikat, sebanyak 58% responden mendukung kebangkitan digital hanya jika almarhum secara tertulis memberikan persetujuan.

Bagaimanapun avatar AI seseorang dapat bersumber dari pesan di aplikasi, rekaman suara, foto, serta video di media sosial—yang dikenal sebagai warisan digital. Maka, perlindungan digital ini sangat penting.

You Might Also Like

iPhone 16 Resmi Hadir di Indonesia

LINE akan Berhentikan Layanan Split Bill Mulai Akhir Juli 2025

Microsoft Resmi Pangkas 6 Ribu Karyawan Secara Global

Meta, Snapchat dan TikTok Kritik Larangan Anak-anak Main Medsos di Australia

China Bakal Saingi NVIDIA: Bangun Sekolah Semikonduktor, Minta Ahli Chip Pulang

TAGGED:AIArtificial IntelligenceOrang MeninggalStartup AS
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Fadli Zon Menegaskan Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Bukan untuk Merubah Fakta
Next Article Serial Netflix Squid Game 3 Berhasil Tembus 60 Juta Views
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Uncategorized
Jawab Kebutuhan Industri, Hexindo Perkenalkan “WIXIM Supported by LANDCROS” di Indonesia
July 27, 2026
39 Views
Uncategorized
“Showers That Stay with You” dari GROHE Menjawab Arti Kemewahan Modern
July 27, 2026
51 Views
Uncategorized
PT Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, Perkuat Akses terhadap Produk Resmi
July 20, 2026
73 Views
PT Tracon taman 500 bibit mangrove
Uncategorized
PT Tracon Industri Tanam 500 Bibit Mangrove di Dusun Tangkolak
July 13, 2026
62 Views
Uncategorized
Tembus 18 juta Pengguna, Simplus Rayakan Hari Jadi ke-5 dengan Kampanye “Live Young with Simplus”
July 2, 2026
94 Views
TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
233 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
124 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
782 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
968 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
126 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.3k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.2k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.5k Views

Baca berita lainnya

Technology

Apple Rilis iOS 26 yang Hadir dengan Desain Liquid Glass

June 23, 2025
Technology

Perusahaan AS Rilis Robot Pemeriksa Organ dalam Tubuh Manusia

July 23, 2024
Technology

Co-Founder Twitter Buat Aplikasi Chat Baru yang Bisa Digunakan Tanpa Internet

July 30, 2025
Technology

AS Segera Larang Penggunaan TikTok Secara Nasional

May 3, 2024

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up