Who still likes watching TV? For those of you who still like watching TV, you have to switch to digital TV because the government will “turn off” Analog TV and switch to digital TV. Ada 222 kabupaten/kota termasuk kawasan Jabodetabek gak akan bisa lagi menikmati siaran televisi analog mulai Rabu (2/11) tengah malam.
Berdasarkan situs siarandigital.kominfo.go.id, jam hitung mundur suntik mati TV analog menunjukkan angka 0 hari 18 jam 00 menit dan 00 detik per Rabu (2/11) pukul 06.00 WIB. Artinya Analog Switch Off (ASO) bakalan diluncurkan pada pukul 24:00 WIB. Menteri komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan “ada 222 kabupaten kota yang total Analog Switch Off (ASO).”
It is not specified which areas will be affected by ASO, but those areas include cities/regencies in the four broadcast areas that have previously held ASO in April, 173 districts with non-terrestrial service, a.k.a no terrestrial TV service.
Plate juga mengakui ASO 2 November tidak total di gelar di seluruh wilayah RI. Sehari jelang ASO Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong mengungkapkan pihaknya masih menyusun rincian daerahnya.
Karena masih ada 292 kabupaten/kota yang baru akan dilakukan ASO sesuai dengan kesiapan per wilayah. Menkominfo ngeklaim pemerintah dan stasiun televisi penyelenggara sudah siap. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Asosisasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) terkait ASO.
Menurutnya, pembagian STB ini di Wilayah Jabodetabek sudah sampai 98,44 persen dengan total penerima 479 ribu keluarga kategori miskin. Pemerintah akan ngebagiin 359.617 set top box atau 76 persen, sementara 24 persen sisanya datang dari pihak ATVSI.
Dan untuk wilayah yang masih belum mendapat STB, Menkominfo menyebut warga dari keluarga miskin bisa mendapatkan dari posko. Posko itu berupa layanan informasi dan penyediaan STB gratis via nomor telepon 159 atau whatsapp di nomor 08118202208. cara lain adalah dengan mengakses laman website https://siarandigital.kominfo.go.id/.
“Jadi dari sisi infrastruktur secara nasional sudah siap, namun dari sisi distribusi set top box yang masih harus kita sempurnakan,” tutur Plate.
Bye bye, Analog TV..


