Perusahaan apparel olahraga Nike mengumumkan mengangkat Elliott Hill (60) sebagai Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Nike terhitung mulai 14 Oktober 2024. Elliott Hill bakal menggantikan CEO Nike sebelumnya, yaitu John Donahoe yang memutuskan pensiun. Ketua Eksekutif Nike, Mark Parker mengaku senang mendengar kabar bahwa Elliott bakal kembali ke Nike.
“Secara pribadi, saya telah bekerja dengan Elliott selama lebih dari 30 tahun dan saya berharap dapat mendukungnya dan tim manajemen seniornya saat mereka memanfaatkan peluang di masa mendatang,” kata Parker, dilansir dari laman resmi Nike.
Menurut Dewan Direksi Nike, Elliott memiliki gaya kepemimpinan dan pemahaman yang mendalam tentang industri ini. Hal itu tidak mengherankan karena Elliott sudah 32 tahun berjibaku berkarier di bidang tersebut. Ia bahkan mengawali kariernya sebagai anak magang di perusahaan sepatu Nike.
Elliott Hill mengawali kariernya di perusahaan Nike sebagai anak magang di divisi baju olahraga pada 1988, ketika dirinya lulus dari sekolah pascasarjana di Universitas Ohio.
Dikutip dari akun LinkedIn Elliott, ia mengikuti program intern di perusahaan tersebut selama dua tahun sebelum naik jabatan menjadi sales untuk grafis olahraga. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 1998, Elliott naik jabatan menjadi Direktur Divisi Olahraga Tim selama dua tahun.
Elliott lalu berpindah-pindah posisi di perusahaan itu dan bekerja hingga 32 tahun. Setidaknya 19 posisi jabatan pernah dipegang Elliott selama berkarier di perusahaan Nike. Lulusan Texas Christian University (TCU) dan Ohio University itu mengaku, sepanjang kariernya di perusahaan Nike, ia menduduki posisi kepemimpinan senior di seluruh Eropa dan Amerika Utara. Dia juga memperluas jejak perusahaan dan meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut.
Saat menjabat sebagai Presiden Konsumen dan Pasar, Elliott bertanggung jawab mengelola merek-merek terbesar Nike dan mendorong strategi komersial dan pemasaran perusahaan di seluruh pasar globalnya.
Melalui profil LinkedIn-nya, Elliott mengaku membangun dan meningkatkan pendapatan Nike menjadi 39 miliar dollar AS atau sekitar Rp 592 triliun saat menjabat sebagai Presiden, Konsumen dan Pasar Nike.
Ia juga pernah bertanggung jawab atas bisnis Nike yang mencakup merek Jordan dan pemasarannya. Tapi, pada 2020, Elliot memutuskan untuk pensiun saat menjabat sebagai presiden, konsumen, dan marketplace.
Setelah pensiun dari Nike, ia melanjutkan karier profesional dengan memegang sejumlah jabatan strategis di beberapa perusahaan, seperti Weber-Stephen Products, Travis County Parks Foundation, BDT and MSD Partners.
Terhitung mulai 14 Oktober 2024, Elliot akan menjabat sebagai CEO baru di perusahaan Nike. Dia juga akan bergabung dengan Dewan Direksi dan Komite Eksekutif perusahaan tersebut. Meski dirinya kurang dikenal masyarakat, tetapi ia merupakan sosok yang disegani oleh pekerja di perusahaan Nike. Banyak karyawan yang sangat menghormatinya, mengakui komitmennya, dan kontribusinya dalam mempertahankan merek sepatu tersebut.
Saat ditunjuk menjadi CEO baru, Elliot mengaku senang bisa kembali ke perusahaan yang sudah lama mempekerjakannya itu.
“Nike selalu menjadi bagian inti dari diri saya dan saya siap membantu memimpinnya menuju masa depan yang lebih cerah,” kata dia, dikutip dari laman Nike.
“Selama 32 tahun, saya mendapat keistimewaan bekerja dengan yang terbaik di industri ini, membantu membentuk perusahaan kami menjadi tempat ajaib seperti sekarang ini,” imbuh Elliot.
Ia mengaku akan membuat produk yang inovatif dan berbeda dengan produk lainnya untuk memikat konsumen di masa depan. Elliot memahami, komitmen tersebut hanya akan terwujud jika dirinya berhubungan kembali dengan karyawan dan mitra terpercayanya di perusahaan Nike.


