Ramai di media sosial soal pemberitaan bahwa situs PeduliLindungi yang digunakan pemerintah untuk penanganan Covid-19 mengalami peretasan dan teralihkan ke laman judi online.
Salah satu akun TikTok @lambepaklurah mengunggah sebuah video soal situs tersebut dengan narasi web PeduliLindungi jadi web akun judol.
Dalam video tersebut, terlihat bahwa saat situs tersebut diklik, tampilan akan berubah menjadi situs judi online bernama PLANETBOLA88.
Sontak saja hal itu menimbulkan kekhawatiran, mengingat data jutaan warga Indonesia tersimpan dalam situs tersebut.
Tak butuh waktu lama, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun mengambil langkah tegas dengan memutus akses atau melakukan pemblokiran.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar mengatakan, pemblokiran yang dilakukan merupakan komitmen Komdigi untuk memberantas konten judi online dan perlindungan kepada masyarakat.
“Tindakan ini diambil menyusul adanya kehebohan yang terjadi masyarakat mengenai munculnya konten perjudian dalam website tersebut,” ucap Alexander.
Alexander menyebut, sebelum melakukan pemblokiran, pihaknya melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hasilnya benar bahwa website yang digunakan pemerintah untuk memantau kesehatan warga saat pandemi Covid-19 telah mengalami penyusupan dan menampilkan konten yang mengarah situs judi online.
“Ini jelas melanggar ketentuan keamanan informasi di ruang digital nasional,” ujarnya.
Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Komdigi mengimbau masyarakat bisa melapor bila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan melalui kanal pengaduan aduankonten.id.
“Kami terus berkomitmen untuk menjaga ruang digital nasional yang aman, sehat, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menaungi PeduliLindungi menyatakan tak lagi mengelola situs tersebut.
Sebab, sejak 2023 terjadi perbaikan dan pembaruan, sehingga situs PeduliLindungi terintegrasi menjadi platform baru bernama SatuSehat.
Jadi otomatis saat ini Kemenkes hanya mengelola SatuSehat bukan PeduliLindungi lagi.
“Jadi SatuSehat sejak berubah dari PL (PeduliLindungi) per Maret 2023, otomatis pengelolaan, termasuk urusan keamanan, seluruhnya berikut website sudah tidak di Kemenkes lagi,” terang Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman.


