Memenangkan lotre sering kali identik dengan perubahan hidup yang instan. Uang tunai dalam jumlah besar dianggap jadi jalan pintas menuju kebebasan finansial, rumah impian, hingga kehidupan tanpa beban ekonomi.
Tetapi, tidak semua pemenang lotre memilih mengambil uang besar sekaligus. Seorang perempuan muda justru mengambil keputusan yang tidak biasa dan memicu perdebatan publik.
Perempuan berusia 20 tahun bernama Brenda Aubin-Vega menolak hadiah lotre dalam bentuk uang tunai sekaligus senilai US$1 juta atau setara Rp16,6 miliar. Sebagai gantinya, ia memilih opsi pembayaran US$1.000 atau setara Rp16,6 juta per minggu yang akan diterimanya seumur hidup.
Brenda memenangkan hadiah utama dari permainan kartu gosok Gagnant à Vie (Winner for Life) yang diselenggarakan oleh Loto Quebec. Dalam permainan ini, pemenang memang diberikan dua pilihan: menerima hadiah sekaligus atau menerima pembayaran rutin mingguan sepanjang hidup.
Menurut keterangan resmi Loto Quebec, Brenda sudah beberapa kali mencoba peruntungannya melalui permainan tersebut, meski sebelumnya belum pernah meraih hadiah utama. Keberuntungan datang saat ia membeli dua tiket di sebuah toko serba ada di Montréal ketika sedang beristirahat dari pekerjaannya.
Setelah kembali ke tempat kerja, Brenda menggosok tiket yang dibelinya dan menemukan tiga simbol celengan dalam satu permainan, yang mana itu adalah tanda kemenangan tertinggi.
“Brenda kemudian memeriksa hadiah yang terkait dengan simbol celengan tersebut dan menyadari bahwa ia memenangkan US$1.000 per minggu seumur hidup. Karena merasa sangat terkejut, ia meminta izin untuk mengambil sisa hari libur agar bisa mencerna kabar tersebut,” ungkap pihak Loto Quebec. Brenda juga mengungkapkan bahwa ia sempat meragukan kemenangan tersebut.
“Saya benar-benar tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Saya memeriksa tiket itu berulang kali untuk memastikan bahwa saya benar-benar menang,” ujarnya. Keputusan Brenda untuk menolak uang sekitar Rp16,6 miliar secara langsung membuat banyak orang terkejut. Tak sedikit yang mempertanyakan apakah pilihan tersebut masuk akal secara finansial, mengingat nilai pembayaran mingguan baru akan menyamai angka US$1 juta setelah puluhan tahun.
Namun bagi Brenda, pilihan itu didasarkan pada rencana jangka panjang. Ia memilih pembayaran mingguan karena ingin memiliki pemasukan yang stabil dan berkelanjutan. Brenda menyampaikan bahwa ia berencana membeli rumah di masa depan dan percaya bahwa kesabaran akan membantunya mencapai tujuan tersebut.


