Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluarin peraturan baru untuk bayi yang baru lahir nih, Buzztie! Tiap bayi baru lahir wajib di-screening hipotiroid di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.
Tujuan program Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) ini untuk memilah mana bayi yang menderita kekurangan hormon tiroid bawaan atau bukan.
“Semua bayi yang lahir di Indonesia harus diperiksa SHK untuk menjaring apabila ada risiko kelainan dalam tumbuh kembang anak,” kata Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, di laman resmi Kemenkes.
Screening ini merupakan preventive measure ya, Buzztie. Soalnya, sebagian besar kasus kekurangan hipotiroid Kongenital ngga menunjukkan gejala.
Gejala baru muncul seiring bertambahnya usia anak. Nah, what’s more terrifying is gangguan hormon tiroid berpotensi mengganggu perkembangan saraf otak anak, lho Buzztie!
Akibatnya, si kecil ngga akan tumbuh optimal, tubuh cenderung pendek, dan berat badan kurang. Buzztie yang mau punya dedek bayi wajib cek SHK ya!
Nanti, petugas kesehatan akan mengambil sample darah 2-3 tetes pada tumit bayi berusia 48-72 jam (maksimal usia dua minggu). Setelah itu tinggal tunggu hasil laboratorium.
Kalau hasilnya positif, si kecil harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, hingga keterbelakangan mental dan kognitif.
Semakin cepat dilakukan terapi, semakin cepat juga mencegah kerusakan saraf otak. Sehingga, bayi bisa tumbuh kembang dengan baik.
Screening SHK sudah dimulai since 2003 di RS Hasan Sadikin Bandung dan RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Sampai 2020, there are already 4.000 fasilitas kesehatan yang melakukan SHK ini.


