Bunga Reyza selama ini dikenal sebagai musisi muda. Salah satu lagunya yang barangkali sudah tak asing di telinga publik adalah Tahu Diri yang didaur ulang. Ya, Bunga Reyza menyanyikan versi baru dari lagu karya Dewi ‘Dee’ Lestari itu.
Kini, ia kembali mencuri perhatian. Pasalnya, kreativitas Bunga lagi-lagi mendapatkan pengakuan. Istilah buatannya, Galgah, kini resmi masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata ini diciptakan Bunga sebagai lawan kata dari haus.
“Kan lawan kata lapar itu kenyang, sedangkan haus belum ada. Nah, kan bingung ya, mau makan gak? Udah kenyang, gak mau. Mau minum gak? Enggak, karena apa? Gitu. Makanya kita bikin aja,” ujar Bunga menjelaskan asal mula ide tersebut.
Ia mencontohkan penggunaan kata itu dalam kalimat sehari-hari. “Mau minum gak? Enggak dulu, udah galgah. Galgah, gitu. Kayak udah segar gitu tenggorokan, udah galgah,” tambahnya sambil tertawa.
Masuknya kata galgah ke dalam KBBI menjadi bukti pengakuan terhadap kreativitas generasi muda dalam memperkaya bahasa Indonesia. Bunga pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gen Z, yang telah berperan besar memviralkan istilah tersebut di media sosial.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam, om swastiastu, namo budaya, salam kebajikan untuk kita semua. Pada kesempatan kali ini, saya, Bunga Reyza mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada bangsa negara Republik Indonesia yang telah mendukung saya mengesahkan kata yang saya buat, yaitu galgah. Semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk berkembangnya kreativitas anak bangsa,” ungkapnya.
Dalam tangkapan layar yang diunggah Bunga Reyza, Galgah dalam KBBI berarti gal.gah (sudah) lega atau segar kerongkongan karena minum; tidak dahaga.
Masuknya kata galgah ke KBBI pun menuai banyak reaksi positif dari netizen, yang menganggap langkah ini sebagai bentuk apresiasi terhadap ide-ide segar dari anak muda Indonesia.
Selain Galgah, Bunga juga pernah mengganti nama ikan menjadi ‘Ablug’. Dalam keterangannya, Bunga menyebut bahwa inspirasi tersebut datang dari aktivitas sehari-hari yang tak terduga.
“Inspirasinya datang dari mana saja, kadang lagi bawa motor kepikiran, saya lagi cuci motor kepikiran. Pokoknya saya memang suka berpikir anaknya, karena lebih baik banyak pikiran daripada nggak punya pikiran,” ujarnya.


