Duo musik elektronik asal Bandung, Bottlesmoker, dikenal nggak cuma karena eksplorasi musiknya yang inovatif, tapi juga karena keunikannya dalam memanfaatkan elemen tumbuhan sebagai bagian dari proses kreatif mereka, Buzztie. Grup yang terdiri dari Angkuy dan Nobieini telah mencuri perhatian dunia musik dengan pendekatan yang tidak biasa, memadukan teknologi, seni, dan alam.
Bottlesmoker sering menggunakan suara dari alam, termasuk tumbuhan, dalam karya-karyanya. Dalam beberapa pertunjukan dan proyek musik mereka, duo ini memanfaatkan perangkat seperti biosensor untuk menangkap sinyal bioelektrik dari tanaman, yang kemudian diterjemahkan menjadi suara atau melodi. Dengan cara ini, tumbuhan menjadi semacam “kolaborator” dalam proses penciptaan musik mereka.
Eksperimen ini menunjukkan kalau Bottlesmoker tidak hanya menciptakan musik yang inovatif, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang hubungan antara manusia dan alam. Musik mereka mengajak pendengar untuk lebih peka terhadap lingkungan sekaligus membuktikan bahwa seni bisa menjadi media untuk meningkatkan kesadaran akan keberlanjutan dan harmoni dengan alam.
Dengan pendekatan eksperimental mereka, Bottlesmoker tidak hanya menghadirkan musik yang menyegarkan, tetapi juga menantang batasan dalam proses kreatif. Karya mereka adalah bukti bahwa teknologi dan alam bisa saling mendukung untuk menciptakan sesuatu yang indah dan bermakna.
Bottlesmoker terus membuktikan bahwa musik bisa menjadi media yang lebih dari sekadar hiburan ia bisa menjadi jembatan antara manusia dan alam, serta alat untuk memperjuangkan keberlanjutan di tengah dunia yang semakin modern.


