Kairan Quazi yang baru berusia 14 tahun direkrut pada posisi software engineer di perusahaan milik Elon Musk, SpaceX. Pada posisi tersebut, Quazi ditempatkan di divisi Starlink yang bertanggung jawab dalam menyediakan akses internet melalui satelit.
Sejak usianya 9 tahun, dia sudah menekuni dunia sains dan matematika, Buzztie. Gak heran kalau Quazi diterima sebagai mahasiswa termuda di Akademi Vokasi Las Positas College jurusan Matematika.
Sebelum menjadi karyawan, dia sempat magang di perusahaan cyber intelligence BLACKBIRD.AI selama 4 bulan sebagai software engineering.
Pada juni 2019, dia magang di Inter Labs sebagai software engineering Co-op dan AI Research Fellow.
Sebelumnya, dia melamar ratusan pekerjaan dan 95 kali ditolak. Hanya ada 3 tawaran penuh waktu yang menerimanya.
Di umurnya yang ke-11, Quazi dipindahkan ke universitas Santa Clara untuk mempelajari computer science dan engineering.
Juni 2023, dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Santa Clara, AS, dengan gelar Bachelor of Science dalam jurusan BS, Computer Science dan Engineering.
Mencatat sejarah, dia menjadi lulusan termuda dalam sejarah universitas tersebut. Bagi Quazi, bekerja di perusahaan yang menantang merupakan ambisinya, Buzztie.


