By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Tak di Inkubator dan Dijadikan Konten
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > National > Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Tak di Inkubator dan Dijadikan Konten

Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Tak di Inkubator dan Dijadikan Konten

Published December 3, 2023
969 Views
Share
5 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Orang tua dari bayi prematur di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang meninggal dunia pekan lalu terus menuntut pertanggungjawaban dari klinik yang menangani persalinan. Menurut pihak keluarga, Klinik Alifa yang menangani persalinan memberikan pelayanan buruk dan terdapat dugaan malpraktik.

Lewat akun Instagram @nadiaanastasyasilvera, pihak keluarga membeberkan kronologis kejadian dan sudah melapor ke pihak berwenang. Bayi laki-laki dari pasangan Erlangga Surya Pamungkas dan Nisa Armila itu lahir pada Senin (13/11), saat usia kandungan ibu mencapai 36 pekan. Dalam persalinan normal, umumnya bayi lahir pada usia kandungan 37-42 pekan.

Setelah bayi lahir sekitar pukul 22.00 WIB, pihak klinik menyampaikan berat badan (BB) bayi sebesar 1,7 kilogram. Setelah itu, Erlangga (ayah dari bayi) menyampaikan bayinya ditempatkan di alat inkubator sederhana dan tak sesuai standar medis, dalam posisi memakai baju dua lapis, dipakaikan sarung tangan dan pernel (kain bedong).

“Bidan menyebutkan bahwa kondisi bayi tidak normal, BB-nya kecil, dan napasnya tidak dalam kondisi baik. Bidan jaga tersebut bilang akan koordinasi dulu dengan pihak rumah sakit, apakah harus di inkubator atau tidak,” ucap Erlangga

Selasa (14/11) dini hari, setelah desakan serta rentetan pertanyaan dari orang tua, pihak bidan baru menginformasikan kalau bayi bisa diberi air susu ibu (ASI). Tapi, pihak klinik tak memberikan bantuan atau informasi mengenai proses menyusui yang benar. Orang tua pun ragu apakah ada ASI yang keluar dan berhasil diminum oleh bayi.

Pukul tujuh pagi, bayi diambil oleh pihak klinik dengan alasan akan dimandikan, lalu dikembalikan ke orang tua pukul 08.30 WIB. Tak lama kemudian, bidan mengatakan ibu dan bayi sudah boleh pulang, serta menyampaikan bayi sehat, tidak perlu dibawa ke rumah sakit, dan tidak perlu dihangatkan di rumah.

Selama di rumah, ASI ibu tidak keluar, dan pihak bidan di Klinik Alifa yang kembali dihubungi merekomendasikan bayi diberi minum susu penambah berat badan. Namun, menurut orang tua, susu tersebut juga tidak masuk ke bayi. Pada Selasa (14/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB, detak jantung bayi berhenti.

Pihak keluarga segera menghubungi Klinik Alifa, Tapi telepon yang dituju tidak aktif. Mereka berangkat membawa bayi ke klinik itu, namun klinik ditutup dan digembok. Setelah mengetuk hingga menggedor klinik, ada seorang lelaki keluar dan memeriksa bayi, lalu memastikan bayi sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, keluarga pergi ke Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya. Bayi dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD), ditangani suster dan dokter jaga, namun kondisi bayi telah meninggal dunia. Saat ditimbang, berat badan bayi hanya 1,5 kilogram. Menurut pihak rumah sakit, bayi prematur dengan berat badan lahir rendah seharusnya tidak dipulangkan, juga harus mendapat perawatan intensif dan diberikan banyak ASI.

“Kami sekeluarga bukan tidak menerima takdir, karena kami tahu takdir sudah ada yang mengatur. Hanya saja yang sangat kami sayangkan yaitu pelayanan dan perawatan yang sangat buruk yang menyebabkan anak saya meninggal dunia,” kata Erlangga.

Selama persalinan, pihak keluarga menduga ibu bayi dijadikan bahan untuk praktik mahasiswa. Sebab, saat menangani ibu bayi, bidan seperti menunjukkan hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah kebidanan kepada mahasiswa yang sedang praktik di klinik tersebut.

Adapun Nadia Anastasya Silvera yang membagikan kronologis kejadian merupakan kakak dari ayah bayi. Pada salah satu unggahan, Nadia mengunggah ulang konten akun media sosial Klinik Alifa yang menampilkan keponakannya dalam pose pemotretan khusus bayi. 

Padahal, tidak ada izin atau pemberitahuan dari pihak klinik terkait pemotretan itu. Dalam foto dan video, bayi dipakaikan busana lucu dan dekorasi lucu, serta ada ucapan selamat atas kelahirannya. 

“Bayi 1,5 kilogram kalian beginikan tanpa ada izin dari pihak keluarga, tanpa ada pemberitahuan ke pihak keluarga. Yang harusnya ini bayi di inkubator dan diberikan perawatan yang intensif, malah kalian buat review dan konten,” tutur Nadia. Saat ini, akun media sosial Klinik Alifa diatur dalam mode privat.

You Might Also Like

Siloam Jantung Diagram Sukses Gelar Heart Festival 2024

Sederet Kontroversi PON 2024

Anggota Basarnas Jatuh dari Tower Saat Ingin Mengevakuasi Warga yang Ingin Bunuh Diri

Uji Coba 8 Desember, LRT Jakarta Bolehkan Penumpang Membawa Sepeda Non-lipat

Foto Bu Ana Saat Unjuk Rasa di Gedung DPR Masuk Daftar Picture of The Years Versi Reuters

TAGGED:bayi prematurdijadikan kontentasikmalaya
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Promotor Konser Coldplay Tegaskan 77% Gelang Xyloband Dikembalikan
Next Article 2 Bocah SD Asal Madura Nekat Pergi ke Jakarta Naik Motor
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Uncategorized
LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 Jadi Kesempatan Dialog Eksklusif Bersama Para Maestro Arsitektur Dunia
July 31, 2026
54 Views
Uncategorized
Jawab Kebutuhan Industri, Hexindo Perkenalkan “WIXIM Supported by LANDCROS” di Indonesia
July 27, 2026
57 Views
Uncategorized
“Showers That Stay with You” dari GROHE Menjawab Arti Kemewahan Modern
July 27, 2026
63 Views
Uncategorized
PT Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, Perkuat Akses terhadap Produk Resmi
July 20, 2026
78 Views
PT Tracon taman 500 bibit mangrove
Uncategorized
PT Tracon Industri Tanam 500 Bibit Mangrove di Dusun Tangkolak
July 13, 2026
62 Views
Uncategorized
Tembus 18 juta Pengguna, Simplus Rayakan Hari Jadi ke-5 dengan Kampanye “Live Young with Simplus”
July 2, 2026
95 Views
TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
238 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
124 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
783 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
973 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.3k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.2k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.5k Views

Baca berita lainnya

National

Indonesia Dinobatkan Menjadi Negara Paling Gemar Tidur di Dunia

March 2, 2026
National

Banjir Bandang Melanda Sumatera, Kayu Illegal Logging Terbawa Arus

December 4, 2025
National

Pedagang Tradisional Perempuan di Ambon Ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda

October 30, 2025
Internasional

Elon Musk Memperkenalkan Partai Politik America Party

July 30, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up