Apple meluncurkan opsi baru untuk dompet digitalnya yang memungkinkan pelanggan membayar pembelian online dengan mencicil atau buy now, pay later (BNPL). Fitur yang disebut dengan Apple Pay Later ini memungkinkan pelanggan membagi pembayaran untuk pembelian menjadi empat cicilan selama enam minggu.
Apple users can also apply for loans within the Wallet application, ranging from US$50 to US$1000 without interest or fees for making online or in-app purchases. The payment option is currently only rolling out to users in the United States, but the plan is for this feature to be available to all consumers over the next few months.
Apple mulai merambah bisnis paylater setelah melihat konsumen mulai tertarik ke dalam layanan tersebut. Konsumen melihat paylater dapat merenggangkan anggaran pada saat tingginya inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang luas. Sedikit catatan, layanan populer lainnya yang menawarkan opsi pembayaran yang sama adalah Affirm, Klarna, dan Afterpay.
Namun begitu, peneliti di Kansas City Federal Reserve Terri R. Bradford mengatakan, proses cicilan ini dapat membuat konsumen seolah tidak membayar apapun dan menginginkan membeli lebih banyak barang.
“Akibatnya (konsumen) jadi mengambil lebih banyak utang,” ujar dia, dikutip dari CNN, Rabu (29/3).
Meskipun demikian, Apple menyebut fitur ini dirancang untuk mempertimbangkan kesehatan pengguna. Wakil Presiden Apple untuk Apple Pay dan Apple Wallet Jennifer Bailey mengatakan, tidak ada satu ukuran untuk semua orang dalam cara orang mengelola keuangannya.
“Banyak orang mencari opsi pembayaran yang fleksibel, itulah sebabnya kami dengan senang hati menyediakan Apple Pay Later kepada pengguna kami,” ucap dia.
Apple menjelaskan, pengguna Apple dapat mengelola pembayaran pinjaman di aplikasi Wallet. Fitur Apple Pay later ini diaktifkan melalui program cicilan Mastercard.
Let us know your thoughts!


