Nasib pilu dialami oleh Adrian alias Eboh, pemuda asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Buzztie.
Eboh diketahui tewas setelah ditusuk oleh temannya Toto Toiban karena tidak terima sudah dikeluarkan dari grup WhatsApp. Peristiwa itu terjadi di Kampung Bojong Malaka, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/10).
Pihak kepolisian menerima laporan kasus ini setelah salah seorang warga menemukan jasad korban yang bersimbah darah.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, pelaku mendatangi korban setelah mengetahui dirinya dikeluarkan dari grup WhatsApp. Menurutnya, pelaku bermaksud untuk menanyakan alasan korban mengeluarkannya dari grup WhatsApp.
Karena, pelaku merasa tersinggung karena perbuatan yang dilakukan korban itu.
“Dan dari terungkapnya tersangka kami bisa amankan, tersangka mengaku sakit hati karena dikeluarkan dari grup WhatsApp,” kata Kusworo.
Tapi, korban disebut tidak memberikan jawaban yang memuaskan, akhirnya membuat sang pelaku emosi dan keduanya pun cekcok lalu berkelahi.
Saat itu, pelaku langsung mengeluarkan pisau, kemudian menusuk korban beberapa kali di bagian lengan dan dada. “Akhirnya tersangka mengeluarkan senjata tajam sebilah pisau, senjata itu setiap hari dibawa oleh pelaku ke mana-mana,” kata dia.
“Pada saat kemarin terjadi perkelahian, tersangka langsung mengeluarkan sajamnya dan langsung menusuk korban, dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” imbuhnya.
Kusworo mengungkapkan, korban meninggal dunia di tempat usai jantungnya robek akibat tusukan pelaku.
Berdasarkan pengakuannya, Toto mengklaim telah meminta maaf kepada korban sebelum cekcok. Namun, korban justru mengajaknya berkelahi.
“Kalau cekcok bukan karena itu. Tapi dia yang tantangin saya untuk berkelahi. Saya sudah meminta maaf kalau saya ada kesalahan. Kalau ada lisan yang enggak dijaga, aku minta maaf,” kata Toto, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Senin (30/10/2023).
Akan tetapi, ia menyebut korban tiba-tiba memukulnya saat akan pulang.
“Aku udah minta maaf sama dia, tadinya aku gak ada niat itu membunuh. Jadi saya mau ngambil motor saya, tiba-tiba dia dari belakang memukul saya. Baru terjadilah perkelahian,” jelas dia.
Meski begitu, Toto menyangkal kalau menyiapkan pisau itu dikhususkan untuk membunuh korban. Ia menambahkan, pisau itu selalu dibawanya sejak SMP. Salah satu alasannya karena sering menerima perundungan dari teman-temannya.
“Jadi udah hampir lama lah. Udah tiga tahun ke mana-mana bawa pisau. Alasannya saya takut di sekitar ada yang mencelakai saya,” jelasnya.


