Diduga mengalami gangguan sistem, sebelas pegawai terjebak di 3 lift gedung Pakuwon Tower, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (8/05) malam.
Sekitar pukul 19.15 WIB dilaporkan lift di Pakuwon Tower mengalami macet. Ada belasan karyawan yang terjebak. Menurut polisi jumlahnya 11 orang, tapi menurut pengelola Pakuwon Tower ada 13 orang.
Petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Sektor Tebet melewati lorong udara untuk menjangkau para korban.
Total ada 11 orang terjebak di 3 lift berbeda.
Dari salah satu lift yang berhasil dievakuasi sebanyak enam orang pegawai terjebak di lantai 27, mereka dievakuasi dengan cara membuka paksa pintu lift.
Seluruh korban selamat dan dapat dievakuasi. Para korban terjebak di lift H9, lift H8, dan lift H6.
Sedangkan pada dua lift lainnya, petugas kesulitan untuk menjangkau korban karena lift berhenti tidak pada posisi yang semestinya. Petugas melewati lorong untuk menjangkau para korban.
Pengelola Pakuwon Tower menyatakan, dari insiden tiga lift macet yang terjadi di gedungnya pada pukul 18.45 WIB, 13 orang atau seluruh korban berhasil diamankan. Insiden lift macet itu sendiri bertepatan dengan jam pulang kerja.
“Lift pertama sembilan orang berhasil dievakuasi, lift kedua ada tiga orang yang berhasil dievakuasi, dan lift ketiga ada satu orang karyawan kita,” kata Building Manager Pakuwon Tower Casablanca Agustius, seperti dilansir Antara, Senin (8/5).
Agustius menjelaskan, ketika lift macet sekitar pukul 18.45 WIB, pihak Pakuwon Tower belum mengetahui bahwa ada tiga unit lift yang mengalami galat (error). Dia juga mengaku mendengar suara dentuman yang berasal dari gedung.
Setelah itu, pengecekan dilakukan dan ditemukan ada tiga lift yang macet pada lantai yang berbeda yakni lantai lima, 27, dan 47 dan pihaknya melakukan evakuasi secara manual.
“Yang membuat lama evakuasi lift ini berhenti di tengah-tengah jalurnya karena hanya ada high zone sama midzone serta tidak ada pintu di level midzone-nya,” paparnya.


