Kabar terbaru datang dari maskapai Jepang yang bisa berdampak langsung pada rencana perjalananmu ni, Buzztie!
All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) dikabarkan bakal menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) mulai beberapa bulan ke depan.
Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya harga energi global yang dipicu oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah sejak awal tahun 2026 ini.
Dua maskapai terbesar di Jepang, ANA dan JAL, dikabarkan akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk penerbangan internasional mulai Juni 2026.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebijakan ini dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak global yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan ini tergolong signifikan, terutama untuk rute jarak jauh seperti Amerika Utara dan Eropa. Berikut rinciannya:
- Untuk periode Juni–Juli 2026, surcharge ANA diperkirakan mencapai sekitar ¥55.000, naik lebih dari ¥20.000 dibanding periode sebelumnya.
- Sementara itu, JAL juga menaikkan biaya hingga sekitar ¥50.000 untuk rute serupa.
Tidak hanya rute jarak jauh, penerbangan jarak pendek seperti ke China, Korea Selatan, dan negara Asia lainnya juga mengalami kenaikan.
Bahkan untuk beberapa rute, biaya tambahan ini bisa meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Kenaikan fuel surcharge yang dilakukan oleh ANA dan JAL akan berdampak langsung pada harga tiket pesawat, karena biaya ini memang merupakan komponen tambahan di luar tarif dasar tiket.
Secara umum, fuel surcharge dibebankan per rute (per segmen penerbangan), sehingga semakin jauh rute penerbangan, semakin besar biaya tambahannya.
Untuk penerbangan internasional dari dan ke Jepang, surcharge ini bisa mencapai puluhan ribu yen per sekali jalan, tergantung destinasi.
Artinya, ketika maskapai menaikkan fuel surcharge:
- Harga tiket total yang dibayar penumpang ikut meningkat
- Kenaikan bisa berbeda-beda tergantung rute (Asia vs Eropa/Amerika)
- Tiket promo tetap bisa terdampak karena surcharge dipisahkan dari base fare
Lebih lanjut lagi, tren global juga menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan bakar mendorong maskapai untuk menyesuaikan harga tiket atau menambah biaya tambahan guna menutupi biaya operasional.
Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa baik ANA maupun JAL memang menyesuaikan fuel surcharge setiap dua bulan, berdasarkan harga bahan bakar avtur dan nilai tukar yen pada periode sebelumnya.
Untuk kenaikan yang berlaku mulai Juni ini, perhitungannya didasarkan pada harga bahan bakar periode Februari hingga Maret 2026.


