Zomato is a restaurant directory application service and food delivery service that has officially stopped operating in Indonesia. This means that consumers in Indonesia can no longer search for references for good food places and restaurants in Indonesia via Zomato.
Hal ini disampaikan pihak Zomato di sebuah poster (banner) pengumuman terbaru yang bisa dilihat konsumen Indonesia ketika mengakses situs web zomato.com atau aplikasi Zomato di smartphone.
“Saatnya untuk mengucapkan perpisahan! Kehadiran kami di Indonesia merupakan perjalanan yang hebat, tetapi sayangnya kami harus menghentikan operasi kami di sini!,” tulis Zomato dalam sebuah pengumuman
Pihaknya tidak menginformasikan alasan mengapa Zomato kini sudah tidak bisa diakses lagi di Indonesia, dan sejak kapan mereka menyetop operasionalnya di Indonesia, Buzztie.
Penutupan operasional Zomato di Indonesia ini sepertinya bukan hal yang mengejutkan. Karena perusahaan asal India tersebut sudah menutup kantor cabangnya yang berlokasi di Indonesia pada Oktober 2020 lalu.
Saat itu, layanan berlangganan Zomato Pro dan Zomato Gold , yang memungkinkan pengguna Zomato mendapat sejumlah benefit seperti melakukan reservasi dan memilih makanan rekomendasi juga ikut dihentikan.
Meski begitu, pengguna masih bisa mengakses layanan Zomato seperti biasa, serta menelusuri direktori restoran dan tempat makanan melalui website dan aplikasi Zomato.
“Namun, untuk pemeliharaan konten akan langsung dilakukan dari HQ di India,” jelas perwakilan Zomato Indonesia kala itu.
Although it is not stated why they left the Indonesian market, this step seems to have been taken to adjust the company’s business strategy, so that Zomato can stay “alive”.
This is because, news of Zomato’s sluggish business had been around for several months before they closed their offices in Indonesia, especially when the Covid-19 pandemic hit the world.
Pada Mei 2020 lalu, Zomato dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 500 karyawannya, atau 13 persen dari total karyawan 4.000 orang, secara global. Konon, karyawan yang tersisa juga mengalami pemotongan gaji.
Lalu, pada September 2019, Zomato juga sudah mem-PHK 540 karyawan di bagian layanan pelanggan (customer service).
Zomato sendiri mulai masuk ke pasar Indonesia pada November 2013 lalu, sekitar lima tahun dari peluncuran perdananya pada Juli 2008 lalu. Dengan kata lain, aplikasi rekomendasi restoran dan tempat makanan tersebut sudah menemani konsumen Tanah Air sekitar kurang lebih satu dekade alias 10 tahun lamanya.
Selamat tinggal, Zomato!


