Wisuda biasanya identik dengan toga, pelukan haru, dan buku tahunan penuh foto. Tetapi di Daegu Kwangmyung School, Korea Selatan, para lulusan justru menerima yearbook yang berbeda dari pakem pada umumnya. Sekolah yang diperuntukkan bagi siswa tunanetra ini membagikan buku tahunan hasil cetak 3D, dirancang agar kenangan masa sekolah bisa dirasakan lewat sentuhan.
Berdasarkan laporan @yonhap_news, lulusan angkatan 2021 mendapatkan buku tahunan berisi wajah teman-teman mereka dalam bentuk relief 3D. Detail kontur wajah dapat diraba, sementara nama masing-masing siswa dicetak dalam huruf Braille. Tak berhenti di situ, yearbook tersebut juga dilengkapi tombol audio yang dapat memutar rekaman singkat pidato kelulusan, membuat pengalaman mengenang jadi lebih hidup dan personal.
Proyek ini terwujud lewat kolaborasi dengan Creative Factory, startup incubation center di Kyungpook National University. Prosesnya dimulai dari pemindaian wajah siswa menggunakan teknologi 3D scan, yang kemudian diolah menjadi cetakan relief dengan detail kedalaman dan bentuk yang presisi.
Pada akhirnya, inisiatif ini bukan sekadar soal inovasi teknologi, melainkan tentang inklusivitas. Dengan menggabungkan emerging tech dan thoughtful design, sekolah ini membuktikan bahwa tradisi seperti buku tahunan pun bisa diadaptasi agar lebih aksesibel.


