Ada-ada aja kelakuan tiga warga Cianjur ini, Buzztie. Ada sebuah video viral di media sosial dengan penjelasan ada beberapa warga yang menghentikan mobil pembawa bantuan korban gempa Cianjur di wilayah Rancagoong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Para pelaku ini pun mengaku salah dan meminta maaf.
Dalam video itu, terlihat pengendara mobil pembawa bantuan memilih untuk memundurkan kendaraannya. terlihat gerakan tangan warga seakan menyuruh mobil itu mundur. “Mendingan kita mundur, kita mundur saja deh,” kata pengendara mobil itu.
Karena hal ini, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengaku kalau pihaknya sedang melakukan penyidikan. Warga yang ada di dalam video itu juga sudah ditemukan dan dimintai keterangan. Doni berharap masyarakat yang akan memberikan bantuan tidak mengantar logistik secara mandiri. Dia menyarankan bantuan dikumpulkan di satu titik, yaitu melalui BPBD dan BNPB.
“Dan kita lakukan upaya tidak ada lagi masyarakat yang mengantar distribusi logistik secara sendiri-sendiri. Kita akan kumpulkan satu titik di gudang yang sudah disiapkan di BPBD. Nanti dikoordinasi di BNPB,” ucapnya.
Kepala BNPB Suharyanto buka suara mengenai peristiwa sejumlah warga menyetop mobil pembawa bantuan korban gempa Cianjur itu. Suharyanto mengatakan pihaknya membuat alur distribusi logistik terkait dengan bantuan tersebut.
“Nah, itu memang yang terjadi. Artinya ke tempat pengungsian juga banyak yang masuk, sehingga mengatasnamakan relawan dan sebagaimana dihadang, diambil. Untuk mencegah itu, saya jelaskan dibuat alur distribusi logistik yang bisa lebih tertib dan teratur daripada bawa logistik sendiri ke atas, belum tentu diterima dengan baik, lebih baik pool-kan di posko,” ujar Suharyanto.
Adapun alur distribusi logistik yang dimaksud adalah pertama-tama pagi hari camat mengajukan kebutuhan di tiap kecamatan. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB Dinas Perhubungan Provinsi Jabar kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD akan menyiapkan truk untuk membagi logistik ke kecamatan.
Jika logistik sudah sampai di kecamatan, para kepala desa dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera mendistribusikan ke titik-titik pengungsian. Dia menjamin tidak akan ada lagi lokasi pengungsian yang tidak kebagian.
Polisi sudah mengamankan tiga pria bernama Peri (24), Rosadi (30), dan Juhendi (32) terkait viral warga menyetop mobil yang membawa bantuan korban gempa Cianjur. Pelaku mengaku salah dan meminta maaf.
Permintaan maaf pelaku itu termuat dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Polres Cianjur, Rabu (23/11). Polres Cianjur juga telah mengamankan pelaku.
“Maka dari itu, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat Cianjur yang resah atas perbuatan kami tersebut, dan kami mengakui perbuatan tersebut salah serta tidak akan mengulangi perbuatan, Kami mohon kepada warga Cianjur yang terdampak gempa agar tidak mengikuti dan mencontoh perilaku kami,” kata pelaku bernama Peri dalam rekaman video itu.


