Mahasiswa yang jadi korban penipuan investasi bodong sampai Pinjaman Online (Pinjol) di Bogor bertambah. Kali ini menjadi 33 orang dan korban masih dalam pemeriksaan polisi.
“Perhari ini ada 333 orang. kemungkinan bertambah ya, karena banyak yang jadi korban ini ketakutan untuk melapor dan juga takut untuk orang tuanya tau. Karena kebanyakan ini mahasiswa ya statusnya,kebetulan anak saya pun mahasiswa,” kata orang tua salah satu mahasiswa sekaligus koordinator korban investasi bodong Dewi Ariani.
Dewi menyebutkan kalau kedatangannya ke Polresta untuk melengkapi berkas-berkas dan data 333 korban penipuan. Dia sudah melakukan pelaporan dari tanggal 5 Oktober dan sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk diberikan ke penyidik.
Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan membenarkan soal kemungkinan bertambahnya korban investasi bodong dan pinjol ini. menurutnya beberapa korban tambahan masih dalam pemeriksaan tim penyidik.
“Kemungkinan bertambah ada, cuma kita harus cek dulu, tunggu info hasil penelitian penyidik, karena barusan datangnya untuk melapor. kalau jumlah korban sampai dengan kemarin 311 orang, cuma saya apat informasi barusan ada tambahan. Cuma ini dalam proses penelitian oleh penyidik apakah itu bagian yang sama dengan 311 orang atau tidak,” kata Ferdy.
Polresta Bogor menerima 29 aduan terkait penipuan investasi bodong yang berujung ratusan mahasiswa IPB University terjerat pinjaman online (pinjol). Total kerugian yang dialami sebagian besar mahasiswa IPB ini mencapai miliaran rupiah, Buzztie.
Ferdy menjelaskan, dari hasil keterangan para pelapor, terungkap ada 311 orang yang mengalami hal sama. Ratusan korban yang sebagian besar mahasiswa IPB itu mengalami kerugian hingga Rp 2,1 miliar.


