Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meresmikan berdirinya Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia, Kamis (22/06) di GBK Arena, Jakarta. Yayasan tersebut untuk membantu eks pemain Timnas Indonesia yang kesulitan di masa pensiun.
Yayasan ini diketuai oleh Erick Thohir dan dibantu oleh Taufiequrachman Ruki yang merupakan eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2003 – 2007, Ardan Adiperdana (mantan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan lainnya.
“Tugas utama Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia itu untuk membantu mantan-pemain timnas Indonesia dalam hal kesehatan dan sosial. Selain itu, membantu menyiapkan jenjang karier pemain muda setelah bermain,” kata Erick.
Ketum PSSI menjelaskan, pihaknya ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap federasi. Erick Thohir tidak ingin pemain Timnas Indonesia dibanggakan saat berkontribusi, tapi dilupakan setelah pensiun.
Karena itu, Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia diluncurkan. Nantinya akan ada dua program, yaitu memberikan jaminan kesehatan bagi pemain-pemain timnas Indonesia setelah pensiun dan penataan karier pemain muda sampai pensiun nanti, Buzztie.
“Jadi pemain timnas habis selesai ya selesai. Terpuruk dan terlupakan. Bahkan untuk kesehatan tidak terjamin. Apalagi masa depan. Ini kenapa kami di yayasan ingin buktikan PSSI hadir merawat dan kenapa yayasan ini dibentuk,” jelas Erick Thohir.
“Kami juga menggandeng sejumlah tokoh untuk menjadi pengurus di yayasan ini,” tambahnya.
Dia mengatakan, program ini dibentuk setelah ada studi banding ke federasi sepak bola Jepang (JFA) beberapa waktu lalu. Ini juga berhubungan dengan bantuan pemerintah ke pesepakbola berprestasi yang ingin jadi TNI, Polri atau pun ASN.
Adapun sumber dana yayasan tersebut berasal dari penjualan hak komersial dari perusahaan yang akan dibentuk PSSI. Nanti saham perusahaan itu dimiliki PSSI sebanyak 95 persen dan Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia sebanyak 5 persen.
“PSSI akan bentuk PT Garuda Tim. Kita berikan hak komersial untuk Timnas di PT itu. PT itu 95 persen dimiliki PSSI, bukan pengurus dan 5 persen yayasan,” ujar Erick Thohir.
“Seperti laga lawan Argentina atau tiket garuda itu bagian kita komersialisasi aset timnas. Harus ada keberlanjutan timnas kita. Perlu pendanaan. PT itu nanti bagi keuntungan per 3 bulan ke PSSI dan Yayasan juga dapat porsi,” sambungnya.
PSSI berharap Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia juga dapat bantuan atau donatur dari tokoh masyarakat, swasta ataupun institusi yang peduli terhadap tim nasional. Untuk penerima bantuan dari Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia, PSSI fokus pada mantan pemain Timnas Indonesia yang kesulitan.
Baik itu secara finansial ataupun kesehatan. “Yang butuh kita berikan bantuan kesehatan. Contoh Kurnia Meiga. Isu awalnya kesehatan, penglihatan terganggu jadi sulit kerja. Pendapatan bulanannya (dan) bahkan hasil jerih payah berkarier di sepak bola sirna. Rumah, motor, medali dijual,” ucap Erick Thohir.
“Tapi ini jangan hanya jadi cerita sedih di media. Tapi apa yang harus dilakukan ke Kurnia Meiga dan lainnya. Kesehatan jadi isu utama,” tuntasnya.
Pembina Yayasan:
1. Taufiequrachman Ruki
2. Ardan Adiperdana
3. Rudy Setia Laksmana
Pengawas Yayasan:
1. Chandra Hamzah
2. Carlo Brix Tewu
3. Junas Miradiarsyah
Ketua Yayasan: Erick Thohir
Sekretaris Yayasan: Susyanto Bendahara Yayasan: Ahmad Zulfikar
What do you think, Buzztie?


