By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: PSSI Didenda FIFA Karena Teriakan Diskriminatif Suporter Indonesia Ke Bahrain
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Sports > PSSI Didenda FIFA Karena Teriakan Diskriminatif Suporter Indonesia Ke Bahrain

PSSI Didenda FIFA Karena Teriakan Diskriminatif Suporter Indonesia Ke Bahrain

Published May 19, 2025
761 Views
Share
4 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Akibat teriakan bernuansa diskriminasi kepada tim nasional Bahrain, PSSI mendapat teguran sekaligus sanksi dari FIFA. Hukuman itu menunjukkan PSSI wajib meningkatkan edukasi kepada pendukung skuad ”Garuda” agar kejadian serupa tidak terulang yang dapat kian merugikan bagi jalan Indonesia menuju Piala Dunia 2026.

Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, mengatakan, PSSI dijatuhi hukuman berdasarkan surat bernomor FDD-23338 merujuk Pasal 15 Kode Disiplin FIFA (FIFA Disciplinary Code) tentang diskriminasi. PSSI menerima surat itu pada Sabtu (10/5).

”PSSI harus bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif suporter pada laga Indonesia menghadapi Bahrain, 25 Maret lalu. FIFA didasari laporan sistem pemantauan mereka. Berdasarkan laporan itu, FIFA menyatakan suporter Indonesia paling aktif di tribune utara dan selatan meneriakkan slogan xenofobia (kebencian pada orang asing),” ujar Arya, Minggu (11/5), di Jakarta.

Dalam laporan itu, FIFA secara detail menyebut terikan bernada xenofobia kepada Bahrain tercipta pada sekitar menit ke-80. Penonton di sektor 19 menjadi sisi yang paling terdengar melakukan pelanggaran diskriminatif itu.

”PSSI harus membayar denda hampir setengah miliar rupiah atau Rp 400 juta. PSSI juga harus mengurangi sekitar 15 persen kursi tersedia di tribune utara dan selatan pada laga kandang selanjutnya,” kata Arya.

Meskipun ada pembatasan jumlah suporter itu, Arya mengungkapkan, FIFA juga masih membuka peluang bagi PSSI untuk tetap menggunakan jatah kapasitas 15 persen suporter itu untuk kelompok antidiskriminasi, seperti suporter keluarga, pelajar, dan perempuan.

Selain itu, PSSI juga wajib membentangkan spanduk edukasi antidiskriminasi. Aturan itu berlaku pada gim kandang pamungkas Indonesia pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra China, 5 Juni.

Hukuman Kode Disiplin FIFA yang dijatuhkan kepada PSSI tercantum pada Pasal 13, bukan Pasal 15 seperti disebut Arya. Dalam Pasal 13 berkaitan dengan diskriminasi terdapat poin 2 (a) yang mencantum hukuman terhadap diskriminasi itu ialah pembatasan jumlah penonton dan denda setidaknya 20.000 franc Swiss. Besaran denda itu setara Rp 400 juta.

Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali mengatakan, masalah suporter selalu terulang di sepak bola Indonesia. Dalam kaitan kualifikasi Piala Dunia, Indonesia terakhir kali dihukum akibat ulah suporter pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, September 2019.

Puncaknya, masalah suporter meledak pada Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Justru 954 hari berselang, Kanjuruhan kembali menjadi laga kandang Arema FC menghadapi Persik Kediri di BRI Liga 1 2024-2025, Minggu ini.

”Sanksi dari FIFA merupakan fenomena gunung es betapa suporter Indonesia belum teredukasi dengan baik. Bukan cuma di lapangan, pada ranah media sosial, suporter Indonesia pun dikenal barbar karena gemar melakukan bullying hingga perilaku rasis,” tutur Akmal.

Ia menambahkan, ”Hukuman FIFA adalah tamparan keras bagi PSSI untuk membina dan mengedukasi suporter yang merupakan bagian dari ekosistem sepak bola yang harus mendapat pembinaan secara terstruktur, sistematik, dan masif. PSSI harus memaksimalkan peran Departemen Pemberdayaan Suporter dan Fan Engagement (DPSFE) yang berperan membina suporter tentang nilai-nilai baik dalam sepak bola, lalu memfasilitasi suporter yang ingin membentuk organisasi.”

Selain adanya DPSFE di dalam PSSI, Akmal juga mengingatkan dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Dalam UU No 11/2022 terdapat aturan untuk memberikan ruang khusus suporter, membahas hak serta kewajiban suporter, hingga kewajiban kelompok suporter berbadan hukum.

”PSSI harus memahami pentingnya peran suporter dalam sepak bola. Mereka tidak hanya berperan sebagai penonton, tetapi juga bagian penting dalam perkembangan sepak bola nasional,” ucapnya.

You Might Also Like

Indonesia akan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Esports

Indonesia Batal jadi Tuan Rumah Kejuaraan BWF 2026

Nama Shin Tae-Yong Resmi Jadi Nama Stadion Sepak Bola di Korsel

Bocah SD Tinggi 2 Meter Gabung ke PERBASI

Hattrick Blunder, Meikayla Moore Cetak 3 Gol Bunuh Diri Saat Lawan AS

TAGGED:BahrainDidendaDisriminatifFIFA
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article 13 Warga Sipil Meninggal Dunia Akibat Pemusnahan Amunisi TNI
Next Article Sun Life Indonesia Hadirkan Energi Positif Lewat Olahraga Basket dan Edukasi Gizi di Sekolah
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

National
LIXIL Membuka Perspektif Baru Cara Mendesain Ruang Hidup yang Lebih Baik dan Berkelanjutan
April 29, 2026
717 Views
Internasional
Green River College Hadirkan Hunian Modern dan Sistem Keamanan Terpadu
April 25, 2026
714 Views
National
23 Juta Jam Kerja Aman Tanpa Kecelakaan, PT Tracon Industri Memperkuat Implementasi HSE Berstandar Internasional
April 23, 2026
727 Views
Lifestyle
LIXIL Pimpin dan Fasilitasi Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Kualitas Ruang Hidup yang Lebih Baik
April 15, 2026
754 Views
Lifestyle
Green River College, Mengenal Jalur College dan Akses Transfer ke Universitas Top AS
April 6, 2026
764 Views
Uncategorized
Indonesia Sambut Baik Palestina Bentuk Kantor Penghubung untuk Board of Peace
March 30, 2026
728 Views
National
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret
March 30, 2026
758 Views
Lifestyle
Malaysia Tetapkan Durian Musang King sebagai Indikasi Geografis, Negara Lain Tidak Boleh Pakai Nama Ini
March 30, 2026
759 Views
Internasional
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Sekitar 5%
March 30, 2026
738 Views
National
XXI Dapat Pendapatan Rp 5,9 Triliun Pada 2025, Ditopang Film Jumbo
March 30, 2026
729 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.2k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.1k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.4k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.3k Views

Baca berita lainnya

LifestyleNationalSports

Raihanum Yang berusia 10 Tahun Berhasil Daki Gunung Rinjani

September 27, 2023
Sports

Bali Jadi Tuan Rumah Pembuka Olahraga Ekstrem, Red Bull Cliff Diving World Series 2026

March 30, 2026
Sports

PSSI Resmi Kenalkan John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia

January 21, 2026
Sports

China Luncurkan Super View Siaran Olahraga 360 Agar Pengguna Bisa Mengatur Sudut Sesuka Hati

November 28, 2025

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up