By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Perusahaan China Berikan Cuti 10 Hari untuk Karyawan yang Sedang Bersedih
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Perusahaan China Berikan Cuti 10 Hari untuk Karyawan yang Sedang Bersedih

Perusahaan China Berikan Cuti 10 Hari untuk Karyawan yang Sedang Bersedih

Published July 4, 2024
876 Views
Share
4 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Perusahaan asal China bernama Pang Dong Lai memberlakukan “cuti tidak bahagia” bagi pegawainya yang tengah bersedih. 

Umumnya, pegawai mendapatkan cuti dari perusahaan ketika sakit, menikah, melahirkan, atau ada kepentingan urgen lainnya. Pang Dong Lai merupakan perusahaan pengecer yang berdiri sejak Maret 1995 di Provinsi Henan, China. 

Perusahaan ini fokus menjual produk-produk ke pusat perbelanjaan besar. Jaringan supermarket yang sudah besar ini menawarkan “cuti tidak bahagia” selama maksimal 10 hari setiap tahun. Izin cuti bahkan bisa dijalankan tanpa persetujuan manajer. Kebijakan ini membuat para pegawai dapat tidak perlu bekerja saat tengah merasa sedih, cemas, patah hati, atau kondisi psikis lainnya.

Kepala perusahaan Pang Dong Lai sekaligus taipan ritel China, Yu Dong Lai menjelaskan alasannya memberikan 10 hari cuti tambahan bagi pegawai yang sedang tidak bahagia. 

“Setiap orang mempunyai saat-saat ketika mereka tidak bahagia, jadi jika Anda tidak bahagia, jangan datang bekerja,” ujarnya, diberitakan First Post (16/5). 

Yu menegaskan, permohonan cuti tidak bahagia tidak bisa ditolak oleh manajemen. Pihak yang menolak dinyatakan melakukan pelanggaran. Dia meyakini, kebijakan ini akan memberdayakan para pegawai untuk menentukan waktu istirahatnya sendiri. 

Karena mereka bebas merencanakan kapan ingin ambil cuti. Tak hanya cuti tidak bahagia, Pang Dong Lai juga mengeluarkan kebijakan agar setiap pegawai hanya bekerja tujuh jam dalam sehari, libur pada akhir pekan, dapat cuti tahunan selama 30-40 hari, dan libur lima hari selama tahun baru Imlek. 

“Kami tidak ingin menjadi (perusahaan) besar. Kami ingin karyawan kami memiliki kehidupan yang sehat dan santai sehingga perusahaan juga demikian,” ungkapnya, dikutip dari Business Standard (16/5). 

“Kebebasan dan cinta sangat penting,” tegas Yu. 

Yu mengecam kebiasaan bos-bos China yang memberlakukan jam kerja panjang dan lembur bagi para pegawai. Kondisi ini dinilai tidak etis dan termasuk perampasan peluang bagi orang lain untuk berkembang. Di sisi lain, perusahaan tersebut juga memberlakukan sistem sertifikasi tingkat pekerja bagi para pegawainya. 

Yu menambahkan, petugas kebersihan yang punya kemampuan profesional dalam tingkat tertentu berhak memperoleh penghasilan hingga 500.000 yuan (Rp 1,12 miliar) per tahun.

Kebijakan cuti tidak bahagia yang diterapkan Pang Dong Lai ini untuk menyeimbangkan budaya kerja keras pekerja China. Budaya ini, dinilainya bisa menimbulkan gangguan mental bagi pegawai. 

Survei 2021 tentang kecemasan pekerja China menunjukkan, ada lebih dari 65 persen pegawai yang lelah dan tidak bahagia di tempat kerja. Meski begitu, warga China tetap menerapkan budaya kerja yang keras dan melelahkan dengan nama “996”. 

Mereka bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama 6 hari seminggu. Gaji rendah, politik di tempat kerja, dan budaya lembur juga lazim berkontribusi terhadap emosi negatif di kalangan pegawai di China. Dilansir dari HR Brew (10/5), Cheung Kong Graduate School of Business melaporkan, 40 persen pekerja China berisiko terkena masalah kesehatan mental. 

Ini mungkin disebabkan angka pengangguran dan biaya hidup yang tinggi. Selain itu, pekerja di sana yang berusia antara 18-25 tahun memiliki tingkat kecemasan dan depresi tertinggi dibandingkan generasi lain di tempat kerja. 

Untuk melindungi pekerja dari kerja lembur yang tidak dibayar, pemerintah China mempertimbangkan memberikan perlindungan hukum kepada pekerja yang terpaksa tetap online bahkan setelah jam kerja selesai. Kepala kantor umum federasi serikat pekerja China, Lyu Guoquan mendorong Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) membuat pedoman dan kerangka hukum untuk pekerja yang lembur.

You Might Also Like

Apa Itu Flu Tomat, Kenali Penyebab dan Gejalanya

WRP Ajak Wanita Indonesia Menyambut 2025 dengan Resolusi Sehat, Aktif, dan Percaya Diri

Kereta Gantung di Turki Tabrak Tiang, Tewaskan 1 Orang

Elon Musk Uji Tanam Chip ke Otak Manusia

Ilmuwan Amerika Berhasil Hidupkan Kembali Dire Wolf yang Sudah Punah

TAGGED:ChinaCuti Tidak Bahagia
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article WRP Hadirkan Fibby, Minuman Fiber untuk Optimalkan Manfaat Serat Bagi Kesehatan Tubuh dan Pencernaan
Next Article Sun Life Indonesia Umumkan Transisi Kepemimpinan
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Lifestyle
Lego Luncurkan Smart Brick yang Bisa Mengeluarkan Suara dan Cahaya
January 14, 2026
694 Views
Internasional
Pemerintah Vietnam Batasi Iklan Platform Onlinenya Maksimal 5 Detik
January 14, 2026
699 Views
Lifestyle
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Banyak Coffee Shop Terbanyak di Dunia
January 14, 2026
695 Views
Lifestyle
Singapura Luncurkan Maskapai Pet Friendly Pertama di Asia
January 14, 2026
694 Views
Internasional
Suriah Ganti Mata Uang Per 1 Januari 2026
January 14, 2026
697 Views
Technology
Komdigi akan Selidiki Penyalahgunaan AI Grok untuk Konten Asusila
January 14, 2026
696 Views
National
TVRI Izinkan UMKM untuk Gelar Acara Nobar Piala Dunia 2026 Secara Gratis
January 11, 2026
698 Views
Lifestyle
MTV Resmi Tutup Channel yang Khusus Memutar Music Video Selama 24 Jam
January 10, 2026
701 Views
Internasional
Nelayan Asal Indramayu Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan Usai Selamatkan 7 Lansia
January 9, 2026
703 Views
Technology
BYD Jadi Mobil Listrik Terlaris di Tahun 2025 Mengalahkan Tesla
January 9, 2026
700 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
1.9k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.4k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.3k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.3k Views

Baca berita lainnya

Lifestyle

Prodi Sastra Inggris UGM Masuk Peringkat 1 di Indonesia dan 151-200 di Dunia

May 3, 2025
Lifestyle

Pengguna Twitter Kini Bisa Berkirim Voice Note Lewat DM

May 26, 2023
Lifestyle

Guru di Meksiko Ajarkan Fisika Lewat Ilustrasi ‘One Piece’

September 8, 2024
Lifestyle

Google Akan Hapus Gmail yang 2 Tahun Tidak Dipakai

May 19, 2023

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up