By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Peringatan Gempa Bakal Muncul di TV 3 Menit Setelah Gempa
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Uncategorized > Peringatan Gempa Bakal Muncul di TV 3 Menit Setelah Gempa

Peringatan Gempa Bakal Muncul di TV 3 Menit Setelah Gempa

Published October 5, 2024
914 Views
Share
4 Min Read
Sumber: Gambar hanya ilustrasi
SHARE

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan Sistem Nasional Peringatan Dini Kebencanaan (SNPDK). Informasi ini bakal diterima masyarakat dalam waktu tiga menit setelah terjadi bencana.

SNPDK merupakan gabungan dua sistem, yakni Early Warning System (EWS) dan Disaster Prevention Information System (DPIS). Informasi kebencanaan tersebut bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saya berharap sistem EWS TV digital, DPIS, serta SMS blast ini dapat mempermudah koordinasi dalam melakukan pertolongan yang responsif, serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Menkominfo Budi Arie Setiadi di kantor Kominfo, Jakarta, Selasa (1/10).

DPIS merupakan sistem peringatan yang dirancang oleh Jepang dan diberikan kepada Indonesia. Sistem ini dapat mengeluarkan peringatan dini melalui smartphone dan TV digital. Sistem ini juga mampu memberikan peringatan dalam kurun waktu kurang dari 3 menit.

Melalui smartphone, sistem akan mengirimkan SMS yang berisi peringatan dan informasi tentang bencana. Tidak hanya SMS, sistem ini juga mampu membunyikan suara seperti alarm dan tidak akan mati sampai pengguna ponsel mematikan peringatan.

“Enggak perlu aplikasi, langsung masuk ke HP” ucap Budi Arie.

Lalu untuk menghindari spam, sistem ini hanya mengirimkan peringatan kepada smartphone yang berada pada jangkauan bencana.

Sistem ini juga mengirimkan peringatan ke TV digital. Sebagai catatan, peringatan hanya terkirim ke set up box (STB) yang tersertifikasi oleh Kominfo. Untuk mengaktifkannya, pengguna perlu memasukkan kode pos ke dalam perangkat TV digital guna menyesuaikan informasi dengan lokasi bencana.

Dalam siaran TV, sistem ini akan mengirimkan tampilan waspada, siaga, dan awas. Waspada sendiri didesain dengan warna hijau, siaga warna kuning, dan awas berwarna merah.

Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG memberikan gambaran tingkat-tingkat peringatan ini menggunakan contoh tsunami.

“Potensi ancaman waspada, itu tsunami yang kurang dari setengah meter, siaga antara setengah dan tiga meter, dan awas di atas tiga meter, bisa sepuluh, lima puluh, dua puluh meter. Itu dipastikan muncul di TV,” jelas Daryono.

Daryono menambahkan tidak semua gempa akan muncul dalam peringatan dini. Gempa dengan skala kecil menurutnya tidak akan muncul dalam peringatan dini, karena dianggap akan mengganggu siaran TV.

“Kalau gempa kecil tidak kita masukkan ke sistem ini. Karena kalau gempa kecil kita masukkan, nanti isi TV-nya akan gempa-gempa terus. Sehingga gempa-gempa yang memiliki dampak signifikan dan memiliki potensi tsunami itu akan ditampilkan,” ujar Daryono.

“Karena dengan adanya potensi ancaman waspada, itu tsunami yang kurang dari setengah meter, siaga antara setengah dan tiga meter, dan awas di atas tiga meter bisa sepuluh, lima puluh, dua puluh meter,” tambahnya memberikan contoh tingkatan bencana berdasarkan kasus tsunami.

Menurut Daryono, sistem ini diperlukan karena Indonesia mengalami lebih dari 8,000 gempa dalam setahun dan 15 di antaranya merupakan gempa yang merusak. Selain itu, Indonesia juga rawan dengan tsunami.

Maka dari itu, pemerintah membutuhkan sistem yang cepat dalam memberikan informasi bencana alam. BMKG sebelumnya juga telah memiliki beberapa moda peringatan early warning system dan juga SMS Blast, serta aplikasi-aplikasi yang memberikan informasi bencana.

Tapi moda peringatan tersebut dinilai tidak cukup, maka dari itu Kominfo bersama dengan BMKG dan BNPB meresmikan DPIS hasil hibah Jepang untuk memberikan informasi peringatan bencana yang cepat. Pada akhirnya, sistem ini bertujuan untuk mengurangi angka korban bencana seminimal mungkin.

Selain gempa dan tsunami, sistem peringatan dini ini juga mencakup jenis bencana lain. Sistem peringatan dini ini telah terintegrasi dengan sistem dari kementerian/ lembaga dan daerah penyedia informasi bagi masyarakat terdampak, meliputi BMKG terkait gempa bumi dan tsunami; KLHK terkait kebakaran hutan dan lahan; BNPB terkait informasi kebencanaan; dan Badan Geologi PVMBG terkait aktivitas vulkanik, dan kelima BPBD DKI Jakarta terkait informasi banjir.

You Might Also Like

Cuma Di Semarang, Mau Makan Tapi Harus Jawab Soal Matematika Dulu

China Luncurkan Internet 10G Pertama di Dunia

Google Mudahkan User Hapus Data Pribadi yang Muncul di Pencarian

Fenomena Tornado Besar di Florida

Kakek Asal Tangsel Naik Sepeda ke Mekkah Ini Tuai Banyak Dukungan

TAGGED:KominfoMuncul di TVPeringatan gempa
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article See To Wear 2024 Siap Ramaikan Industri Fashion Indonesia
Next Article SD di Riau Tetapkan Program Tidur Siang untuk Muridnya
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

EntertainmentSports
Netflix akan Pertimbangkan Beli Hak Siar Premier League
December 9, 2025
696 Views
Internasional
PBB Turut Berbelasungkawa Atas Banjir Besar di Sumatera
December 9, 2025
693 Views
National
Produksi Beras Tahun 2025 Menguat
December 9, 2025
692 Views
Internasional
Malaysia akan Lanjutkan Pencarian Pesawat MH370 yang Hilang 11 Tahun Lalu
December 9, 2025
690 Views
National
Membangun Resiliensi Ekonomi Antar Generasi: Sun Life dan CIMB Niaga Hadirkan Perencanaan Keuangan dan Legacy Berdenominasi USD
December 7, 2025
42 Views
games
Game Roblox akan Wajibkan Pemain Verifikasi Wajah dan Usia untuk Penggunaan Fitur Chat
December 7, 2025
705 Views
National
Siswa SMP asal Surabaya Berhasil Ubah Kulit Bawang Menjadi Tinta Spidol
December 6, 2025
701 Views
National
Sebelumnya Dikritik, Oxford Akhirnya Cantumkan Peneliti Lokal Penemu Rafflesia Hasseltii
December 5, 2025
706 Views
National
Analisis BMKG Terkait Hujan Ekstrem di Sumatera
December 5, 2025
702 Views
Internasional
Kebakaran Melanda Hong Kong, 7 Gedung Habis Terbakar
December 4, 2025
703 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
1.9k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.4k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.3k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
1.9k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.2k Views

Baca berita lainnya

Uncategorized

Aliran Sesat di Gegerkalor Bandung, Bener Ga Ya?

September 10, 2023
Uncategorized

Wisata Gunung Telomoyo, Bisa Lihat Pemandangan Awan Tanpa Mendaki Lho!

September 10, 2023
Uncategorized

Ada Beruang Yang Dikira Manusia Kostum?

September 11, 2023
Uncategorized

Menantang Maut di Gunung Huashan di China

September 1, 2023

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up