Kebiasaan rebahan ternyata berdampak buruk loh, Buzztie. meskipun terasa nyaman dilakukan saat bermain gadget.
“Masalah rebahan dan dampaknya yang bahaya ini sudah menjadi isu keperawatan komunitas, oleh karena itu jangan sampai kita abai dengannya,” kata Dosen FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo dilansir dari laman UMM, Kamis (4/1).
Padahal tanpa disadari, hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal ini bahkan bisa menjadi pemicu hadirnya berbagai penyakit kronis di kemudian hari.
“Beberapa di antaranya adalah nyeri pada otot dan sendi, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kanker dan yang tak kalah berbahaya adalah obesitas,” kata dia.
Selain rebahan, tidur dengan kurun waktu yang tidak wajar atau terlalu lama juga bisa jadi salah satu pemicu kenaikan berat badan yang signifikan. Hal ini juga berpotensi meningkatkan kadar gula dalam darah atau diabetes semakin tinggi.
“Saat posisi rebahan, ada bagian tubuh yang mengalami tekanan besar. Hal ini juga dapat mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk tulang, pergeseran tulang, patah tulang hingga kelainan tulang, seperti scoliosis, kifosis, dan lordosis,” ucap pria yang juga jadi Dekan FIKES UMM.
Nggak cuma ketika rebahan, saat bangun dari posisi rebahan, seseorang juga berpotensi merasakan pusing. Hal ini diakibatkan oleh tekanan darah yang berubah secara cepat atau sering disebut hipotensi ortostatik.
“Kondisi ini terjadi berkat tekanan darah rendah karena posisi tubuh berubah secara cepat. Hipotensi ortostatik umumnya merupakan gejala dari penyakit tertentu, seperti gangguan jantung dan penyakit pada saraf,” jelas dia.
Karenanya, Yoyok berpesan supaya masyarakat khususnya anak muda, menghindari kebiasaan ini dan meningkatkan aktivitas fisiknya.
“Jangan rebahan dengan kurun waktu yang lama. Biasakan diri melakukan kegiatan fisik, seperti berjalan dan olahraga tipis setiap harinya. Hindari juga makanan siap saji, dan terapkan pola hidup sehat agar kualitas hidup juga menjadi lebih baik,” pungkas dia.


