By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NowbuzzNowbuzzNowbuzz
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Reading: Aturan Baru China, Konten Kreator Harus Punya Sertifikasi Akademik untuk Bahas Isu Penting
Share
Font ResizerAa
NowbuzzNowbuzz
Font ResizerAa
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
Cari
  • National
  • Lifestyle
  • Entertainment
© 2022 Nowbuzz. All Rights Reserved.
Nowbuzz > Lifestyle > Aturan Baru China, Konten Kreator Harus Punya Sertifikasi Akademik untuk Bahas Isu Penting

Aturan Baru China, Konten Kreator Harus Punya Sertifikasi Akademik untuk Bahas Isu Penting

Published October 30, 2025
890 Views
Share
4 Min Read
Keterangan foto: ilustrasi
SHARE

Pemerintah China resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan influencer dan kreator konten memiliki ijazah atau sertifikasi akademik sebelum membahas topik profesional. Kebijakan ini diumumkan pada 10 Oktober 2025 oleh Administrasi Radio dan Televisi Negara (NRTA) bersama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China. 

Dilansir dari laman resmi nrta.gov.cn, Sabtu (18/10), peraturan tersebut berlaku untuk konten di bidang kedokteran, hukum, keuangan, pendidikan, dan kesehatan. Kelima sektor tersebut dianggap paling rawan penyebaran misinformasi. Berdasarkan aturan baru, setiap platform seperti Douyin (TikTok versi Tiongkok), Bilibili, dan Weibo diwajibkan memverifikasi ijazah atau sertifikat akademik sebelum mengizinkan kreator memublikasikan konten profesional.

Jika melanggar, kreator dapat dikenai denda hingga 100.000 yuan (sekitar Rp 230 juta) atau akun mereka ditutup. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari langkah nasional untuk menjaga integritas informasi daring dan mencegah penyebaran hoax yang menyesatkan publik. 

Pemerintah menilai, meningkatnya kasus misinformasi selama beberapa tahun terakhir menjadi alasan kuat diberlakukannya aturan baru tersebut. Dikutip dari China Daily, kebijakan ini akan meningkatkan kredibilitas ruang digital sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial influencer.

Sebagian menganggap langkah tersebut penting untuk menekan penyebaran hoaks, tetapi tidak sedikit yang menilai ini sebagai pembatasan kebebasan berekspresi. Dilansir dari Reuters, beberapa influencer medis di Beijing mengaku setuju dengan aturan ini karena dapat “membersihkan” ruang daring dari klaim tak berdasar. 

Tapi, kreator kecil tanpa latar akademik formal khawatir kehilangan ruang untuk berbagi pengalaman praktis yang selama ini menjadi sumber inspirasi bagi publik. Tantangan terbesar dari kebijakan ini terletak pada mekanisme verifikasi kredensial.

Dengan lebih dari satu miliar pengguna internet di China, pemeriksaan dokumen akademik jutaan kreator akan memerlukan sistem otomatis dan sumber daya besar. Platform seperti Douyin kini dilaporkan sedang mengembangkan fitur verifikasi internal untuk mengunggah sertifikat pendidikan. 

South China Morning Post menyebut uji coba sistem ini sudah dilakukan sejak awal Oktober di beberapa wilayah termasuk Shanghai dan Guangzhou. Tetapi, sejumlah akademisi memperingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menafsirkan apa yang dimaksud dengan “topik profesional.” 

Beberapa bidang seperti gizi, psikologi populer, atau kewirausahaan sering kali berbasis pengalaman dan tidak selalu membutuhkan gelar akademik formal.

Sejumlah kreator di China mulai menghapus atau mengubah tema konten mereka agar tidak melanggar regulasi baru. Sementara itu, perusahaan konten besar atau multi-channel network (MCN) justru diuntungkan karena memiliki sumber daya untuk memenuhi persyaratan tersebut. 

Dalam laporan China Media Project, pemerintah juga sedang memperketat pengawasan terhadap MCN agar konten yang mereka hasilkan berorientasi pada nilai sosial yang benar. Hal ini menandakan bahwa kontrol terhadap narasi daring kini semakin terpusat.

Meski begitu, banyak pihak menilai kebijakan ini akan meningkatkan profesionalisme dalam ekosistem digital China. Dengan adanya verifikasi kredensial, pengguna dapat lebih percaya terhadap sumber informasi di internet. 

Tetapi disisi lain, beberapa analis kebijakan media memperingatkan risiko meningkatnya kesenjangan digital. Kreator tanpa latar belakang formal dikhawatirkan bakal tersingkir dari ruang publik, padahal mereka sering menjadi sumber inovasi dan perspektif alternatif. Regulasi serupa sebenarnya sudah pernah diberlakukan pada tahun 2022 untuk pembawa acara siaran langsung.

Saat itu, pemerintah mewajibkan pembawa acara yang membahas topik medis, hukum, dan keuangan untuk memiliki sertifikasi resmi. Langkah 2025 ini dianggap sebagai perluasan dari regulasi tersebut dengan cakupan yang lebih luas. Aturan kali ini juga menyasar konten yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan video profesional.

Meski mendapat kritik, pemerintah China menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bentuk pembatasan ekspresi, melainkan upaya melindungi publik dari informasi yang menyesatkan. Pemerintah berjanji untuk meninjau ulang efektivitasnya secara berkala setelah masa implementasi awal.

You Might Also Like

Presenter Berita AI Digunakan Media Kuwait, Kecerdasan Buatan Gantikan Manusia

Telegram Punya Fitur Baru, Bisa Translate Isi Chat Real Time

Elon Musk Uji Tanam Chip ke Otak Manusia

Diblokir Permanen, Pornhub Protes Instagram.

Dubai akan Gunakan Taksi Terbang untuk Transportasi Umum pada 2026

TAGGED:ChinaContent CreatorSertifikasi resmi
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article OpenAI Rilis ChatGPT Atlas, Browser yang Terintegrasi dengan ChatGPT
Next Article Paspor Malaysia Kini Setara dengan AS, Jadi Paspor Terkuat ke-12 di Dunia
Leave a review Leave a review

Leave a Review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Berita Terbaru

Uncategorized
Jawab Kebutuhan Industri, Hexindo Perkenalkan “WIXIM Supported by LANDCROS” di Indonesia
July 27, 2026
42 Views
Uncategorized
“Showers That Stay with You” dari GROHE Menjawab Arti Kemewahan Modern
July 27, 2026
53 Views
Uncategorized
PT Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, Perkuat Akses terhadap Produk Resmi
July 20, 2026
74 Views
PT Tracon taman 500 bibit mangrove
Uncategorized
PT Tracon Industri Tanam 500 Bibit Mangrove di Dusun Tangkolak
July 13, 2026
62 Views
Uncategorized
Tembus 18 juta Pengguna, Simplus Rayakan Hari Jadi ke-5 dengan Kampanye “Live Young with Simplus”
July 2, 2026
94 Views
TANDA PENGENAL BIRU
LifestyleNational
SUNNY KIDS LUNCURKAN TANDA PENGENAL BIRU (BANTUAN INKLUSIF DI RUANG UMUM), DORONG RUANG PUBLIK YANG LEBIIH INKLUSIF DAN PENUH EMPATI
June 5, 2026
233 Views
Internasional
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026: Kompetisi Bergengsi Arsitektur Indonesia
May 23, 2026
124 Views
Lifestyle
Definisi Baru Kemewahan Kamar Mandi: LIXIL Hadirkan Showroom Manzio @313 di Surabaya
May 21, 2026
782 Views
Lifestyle
A-Level & IGCSE di UK dan Ireland Jadi Jalur Favorit Siswa Indonesia Menuju Kedokteran Hingga Seni di Kampus Top Dunia
May 13, 2026
968 Views
Lifestyle
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
May 11, 2026
126 Views
Show More

Berita Populer

Entertainment
Ariel Noah & Enda Gitaris Ungu Ramaikan Konser di Sarinah
August 31, 2022
2.3k Views
Lifestyle
Apple luncurkan Iphone 14 7 September 2022
August 30, 2022
1.5k Views
National
Ditolak SPBU, karena beli bensin pakai rupiah baru
August 30, 2022
1.5k Views
National
Viral Grup Facebook Berisi Foto Wanita Penerima Paket dari Kurir
December 14, 2023
2.2k Views
Entertainment
5 Film Trilogi Indonesia di Disney+ Hotstar, Drama hingga Horor
August 23, 2022
1.5k Views

Baca berita lainnya

Lifestyle

Rawon Jadi Makanan Terenak Dengan Nilai 4,8 Loh!

August 21, 2023
Lifestyle

Honda Beat Kolaborasi dengan One Piece Hadir di Indonesia hanya 25 Unit

October 4, 2025
Lifestyle

Tren Friendship Marriage, Tren Pernikahan Tanpa Harus Cinta di Jepang

July 12, 2024
Lifestyle

Bocah 6 Tahun Meninggal Setelah Dipaksa Ayahnya Lari di Atas Treadmill

May 7, 2024

© 2022 Nowbuzz.co.id. All Rights Reserved

nowbuzz_logo
Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun anda

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up