Arab Saudi sepertinya semakin meningkatkan kualitas transportasi umumnya. Belum lama ini, Arab Saudi membawa transportasi umum ke tingkat yang lebih canggih, melalui peluncuran Riyadh Metro.
Riyadh Metro adalah sistem kereta tanpa masinis yang bakal menjadi yang terpanjang di dunia, Buzztie.
Sebagaimana dilaporkan oleh Saudi Gazette pada tanggal 2 Desember 2024, Riyadh Metro adalah proyek metro terbesar di Timur Tengah. Proyek ini dibangun untuk membuat perjalanan keliling kota lebih lancar dan cepat, dan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di Riyadh hingga 30%.
Sistem ini memiliki enam jalur utama yang mencakup 176 km, yang menghubungkan semua tempat utama di kota.
Bagian terakhir dari peluncuran metro akan berlangsung pada tanggal 5 Januari 2025 mendatang.
Nantinya, jalur yang membentang di sepanjang Jalan Madinah akan dibuka, yang secara resmi menjadikan keenam jalur tersebut beroperasi penuh.
Nggak sampai disitu, pengguna Riyadh Metro bisa memesan tiketnya melalui aplikasi seluler yang menyediakan informasi transit secara real-time, sistem tiket digital, dan opsi pembayaran nirsentuh.
Hal ini bertujuan untuk membuat transportasi umum lebih ramah pengguna dan efisien.
Penerapan solusi mobilitas perkotaan mutakhir di Arab Saudi, akan membawa banyak manfaat bagi negara tersebut.
Kualitas hidup warga Saudi akan meningkat berkat inovasi ini, selain peningkatan keberlanjutan dan efisiensi sektor transportasi.
Dengan mengurangi kemacetan lalu lintas, menurunkan emisi, dan menyediakan pilihan angkutan umum yang mudah diakses, Arab Saudi tengah membuka jalan bagi lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan layak huni.
Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan tujuan Visi 2030, yang mendorong diversifikasi ekonomi dan menciptakan peluang kerja baru di sektor teknologi dan transportasi.
Seiring dengan terus berinvestasi dan menerapkan solusi mobilitas perkotaan yang canggih, Arab Saudi siap untuk menjadi tolok ukur bagi negara-negara lain di kawasan ini dan sekitarnya.


