Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Keluarkan aturan yang melarang para pemain untuk melakukan jeda buka puasa di tengah pertandingan. FFF tidak memberikan para pemain kesempatan untuk berbuka puasa selama pertandingan berlangsung dengan alasan bisa mengganggu jalannya pertandingan.
Dilansir dari L’Equipe, FFF mengelurkan pelarangan tersebut karena berbuka puasa ketika pertandingan berlangsung bisa mengganggu dan melanggat anggaran dasar dari organisasi sepak bola. Bahkan larangan itu sudah disebarkan ke Komisi Wasit Federal Prancis , ynag menyatakan kalau pemberian jeda di tengah pertandingan berlangsung disebut melanggar Pasal 1 Statuta FFF.
FFF lewat pernyataan resmi mereka menjelaskan kalau sepak bola tidak boleh ada keterkaitan dengan politik, ideologi, serikat pekerja pemainnya dan agama-agama tertentu.
“Sepak bola tidak memperhitungkan politik, agama, ideologi atau serikat pekerja para pemain. Prinsip ini berlaku untuk semua orang, badan,klub, pemegang lisensi, wasit,” terang pernyataan FFF.
Hal yang diperdebatkan di kalangan para pecinta sepak bola adalah perbedaan sikap yang diambil oleh Premier League atau Liga Premier.
Kalau dibandingakan dengan sikap yang diambil oleh Liga Utama Inggris yang justru memerintahkan agar para wasit untuk memberikan jeda sebentar bagi para pemain yang berpuasa untuk buka puasa.
Berbeda dengan FFF, pemeberian waktu jeda untuk pemain buka puasa berlaku bagi semua level kompetisi resmi yang dinaungi oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Keputusan tersebut diambil oleh FA karena tidak sedikit pemain di liga-liga Inggris yang memiliki pemain beragama Muslim dan tengah menjalani ibadah puasa.
Let us know your thoughts, Buzztie!


