Beberapa waktu lalu tepatnya pada Selasa (10/1) lalu Maluku sempat diguncang gempa bermagnitudo 7,5 SR, tepatnya di Maluku Barat Daya, Buzztie.
Tetapi yang unik adalah, pasca gempa yang berpotensi tsunami itu adalah, munculnya Pulau Kecil baru di Kepulauan Tanimbar. Karena kejadian munculnya pulau misterius ini, Penyelidik Bumi Madya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Supartoyo buka suara. Dia mengatakan bahwa ada beberapa kesimpulan mengenai terbentuknya pulau pasca gempa itu.
Pihaknya memang belum mengkaji lebih lanjut tentang pulau jenis apa yang muncul tersebut. Tapi dia menjelaskan kalau ada 3 hipotesis terbentuknya pulau yang terletak di Desa Teinaman, Kecamatan Tanimbar Utara.
“Ini ada beberapa kemungkinan hipotesis ya, pertama kalau yang di Pakistan itu disebutkan dia sebagai ‘mud volcano’. Kemudian ada juga hipotesis yang menyatakan sebagai linovaksi. Ada juga seperti yang terjadi di Nias ini merupakan gejala-gejala pengangkatan akibat berada pada Zona Prisma Akresi yaitu zona patahan,” terang Supartoyo.
In addition, he said the lack of available data was still an obstacle to further studying the appearance of the island. Supartoyo said that there could be possibilities in these three types of hypotheses.
Sementara Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan peristiwa itu adalah fenomena alam biasa. Kemunculan pulau tersebut disebut sebagai mud volcano.
Daryono menjelaskan fenomena itu pernah terjadi di beberapa wilayah lain. Misalnya Gempa Ormara Makran berkekuatan M 8,1 (28 November 1945), Gempa Niikappu Jepang M 8,6 (4 Maret 1952), dan Gempa Gobi Altay Mongolia dengan M 8,3 (4 Desember 1957).
Menurutnya, apa yang terjadi di Tanimbar adalah Tekanan di dalam lapisan kulit Bumi yang terakumulasi saat cairan dan gas tidak bisa keluar karena setelah terjebak dalam lapisan sedimen.
Dia menambahkan material lunak yang ditekan akibat adanya gempa akan overpressure. Gempa akan memberikan tekanan lebih pada lapisan plastis di bawah dan akan menyebar keluar, yang pada akhirnya memicu kemunculan pulau baru itu.
“Gunung lumpur ‘pulau baru’ akhirnya terbentuk ketika cairan dan gas dalam bumi menemukan jalan keluar ke permukaan melalui rekahan batuan yang terbentuk akibat guncangan gempa kuat,” jelasnya.
Material lunak berikutnya akan bergerak ke atas rekahan secara perlahan. Material akan membawa lumpur membentuk gunungan lumpur. Tapi dia menjelaskan ‘pulau baru’ akan hilang dengan sendirinya.


