Donald Trump buka suara soal upaya pembunuhan yang gagal terhadap dirinya, saat ia ditembak ketika sedang berkampanye di Butler, Pennsylvania, Sabtu (13/7) waktu AS.
Mantan Presiden AS itu memberikan perincian dengan mengatakan bahwa dia lolos dari kematian karena memiringkan kepalanya ke kanan untuk melihat layar yang menunjukkan grafik imigran.
“Dokter di rumah sakit mengatakan dia belum pernah melihat kasus seperti itu dan menyebutnya sebagai keajaiban,” kata Donald Trump dalam sebuah wawancara di pesawat pribadi pada Minggu (14/7), saat berada dalam perjalanan ke Milwaukee untuk menghadiri pemeriksaan konvensi Partai Republik.
Trump menyebutkan, ia tertembak pada telinga kanannya selama kampanye pemilu di Pennsylvania sehari sebelumnya.
Perban putih besar masih menutupi telinga kanan mantan presiden tersebut saat dia diwawancarai. Stafnya tidak mengizinkan wartawan mengambil foto.
“Saya tidak berpikir saya bisa duduk di sini dan berbicara lagi, saya pikir saya akan mati,” katanya.
Menurut Trump, dia lolos dari kematian dengan memiringkan kepalanya ke kanan untuk melihat layar yang memperlihatkan grafik imigran ilegal. Saat itu, sebuah tembakan menembus telinga kanannya. Darah berceceran di pipi dan dahi mantan presiden itu.
Dia mengatakan bahwa agen dinas rahasia (Secret Service) AS kemudian bergegas untuk melindunginya seperti pemain rugbi. Ketika dinas rahasia membawanya keluar panggung, Trump masih ingin terus berbicara kepada para pendukungnya.
Tapi pihak dinas rahasia mengatakan kepadanya bahwa hal itu tidak aman dan mereka harus membawanya ke rumah sakit.
Di pesawat, Trump kemudian membuka kancing kemeja putih lengan panjangnya, memperlihatkan memar besar di lengan kanannya, tampaknya akibat benturan saat tim dinas rahasia bergegas melindunginya.
Saat diantar keluar panggung oleh para agen, Trump sempat berkata, “Tunggu, biarkan saya mengambil sepatu saya”.
Kemudian dalam sebuah wawancara, mantan presiden itu tertawa dan menjelaskan bahwa dinas rahasia menyerbu masuk begitu keras hingga sepatunya terlepas.
Dia memuji respons agen dinas rahasia yang bertindak cepat dan menembak jatuh tersangka dengan menyergapnya di atap dekat tempat dia berbicara.
“Mereka menjatuhkannya dengan satu tembakan tepat di antara matanya,” katanya sambil menunjuk ke pangkal hidungnya.
“Mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Tak satu pun dari kita bisa membayangkan hal seperti itu,” kata Trump.
Trump juga mengomentari foto dirinya mengangkat tinjunya saat agen Dinas Rahasia membawanya turun dari panggung menuju sebuah SUV lapis baja. “Banyak orang mengatakan itu adalah foto paling ikonik yang pernah mereka lihat,” kata Trump.
“Mereka benar, tetapi saya tidak mati. Biasanya orang harus mati untuk mendapatkan foto ikonik. Saya ingin terus berbicara,” tegasnya.
Dokter di rumah sakit tempat Trump dirawat mengatakan kepadanya bahwa dia belum pernah melihat orang yang selamat dari tembakan senapan jenis AR-15. “Mungkin anugerah Tuhan, banyak yang bersyukur saya masih di sini,” ujarnya.
Satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam penembakan tersebut. Trump mengatakan, dia akan menghadiri pemakaman Corey Comperatore, mantan petugas pemadam kebakaran yang meninggal saat melindungi keluarganya.
Dia kemudian meminta asistennya untuk mendapatkan nomor telepon dan mengatakan dia akan pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi mereka yang kesusahan dan menelepon keluarga mereka.
Trump juga memuji massa pada rapat umum tersebut, yang diperkirakan dihadiri sekitar 55.000 orang, karena tetap tenang. “Di banyak tempat, terutama saat pertandingan sepak bola, hanya satu suara tembakan yang terdengar dan semua orang melarikan diri. Ada banyak suara tembakan pada hari itu terdengar. Saya menyukainya. Itu luar biasa,” kata Trump.


