Merek wadah makanan Tupperware, akhirnya mengumumkan bisnisnya resmi berhenti di Indonesia setelah beroperasi selama 33 tahun, Buzztie. Pengumuman itu disampaikan setelah Tupperware menyatakan bangkrut pada September 2024. “Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025,” bunyi dari unggahan akun Instagram @tupperwareid.
Selain menghentikan bisnisnya di Indonesia, Tupperware juga menyetop operasionalnya pada sebagian besar negara. Adapun keputusan itu merupakan bagian dari langkah global perusahaan.
Dikutip dari situs resminya, sejarah Tupperware bermula dari Earl Silas Tupper, seorang ahli kimia yang lahir pada 1907 silam.
Sejak berusia 21 tahun, Tupper bergabung dengan perusahaan yang berbasis inovasi dan melakukan berbagai riset. Dari sana ia berhasil menemukan metode untuk memurnikan ampas biji hitam polyethylene (bahan dasar pembuat plastik) menjadi plastik yang fleksibel, kuat, tidak berminyak, bening, aman, ringan dan tidak berbau.
Kemudian pada 1938, akhirnya Tupper mendirikan usaha plastik miliknya sendiri bernama Earl S Tupper Company. Melalui perusahaan itu Tupper mematenkan produknya dengan nama Poly-T.
Beberapa tahun berselang, Tupper kembali mendapat ide untuk membuat wadah kedap udara seperti kaleng cat dari plastik untuk menyimpan makanan. Ia berpendapat keberadaan wadah makanan kedap udara itu membatu banyak keluarga di Amerika menghemat uang dari pemborosan makanan.
Ide ini kemudian terealisasi pada 1946 saat dirinya meluncurkan produk Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler dengan brand Tupperware.
Benar saja produk ini langsung laris di pasaran, hingga akhirnya berekspansi ke seluruh dunia hingga sampai juga berkembang di Indonesia.
Perusahaan yang berpusat di Orlando, Florida ini akhirnya menyatakan bangkrut dan meninggalkan berbagai kenangan indah Tupperware Party di dapur dan hati keluarga di seluruh penjuru dunia.


