Teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama Devin ini diklaim bisa mengerjakan pembuatan situs web hanya lewat penulisan perintah (prompt).
CEO Cognition Labs Scott Wu mengatakan, Devin dapat mengakses beberapa perangkat pengembangan standar meliputi editor kode, peramban (browser), dan cangkang (shell). AI ini juga dapat menjalankannya dalam sandbox untuk perencanaan dan teknis pemrograman kompleks.
Selain pengerjaan situs web, Devin bisa digunakan sebagai alat bantu analisis coding. Nantinya, analisis tersebut bisa diimplementasikan untuk mempelajari sistem teknologi baru yang belum dikenali Devin secara otomatis.
Kemampuan Devin telah diuji lewat serangkaian upaya benchmarking di situs SWE-Bench. AI ini diklaim dapat menyelesaikan sekitar 13,86 persen masalah yang umum dijumpai dalam proyek open source GitHub tanpa bantuan manusia.
Cognition Labs sendiri merupakan startup pengembang AI yang berbasis di New York dan San Francisco, Amerika Serikat. Perusahaan sebelumnya telah berhasil menggalang dana seri A senilai US$21 juta (Rp326 miliar) dari Founders Fund.


