PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) sudah melakukan uji coba untuk 4 rute yang dilewati oleh Mikrotrans yang akan selama 24 jam. Layanan itu sudah mulai berjalan sejak Jumat (31/5).
“Di tengah perubahan Jakarta yang tidak lagi menjadi ibu kota, maka Jakarta dituntut untuk terus melakukan improvisasi dan inovasi untuk memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap kualitas dan kuantitas layanan di sektor transportasi publik,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo.
Syarifin menyebut layanan Mikrotrans untuk angkutan malam hari (AMARI) adalah untuk mengisi kekosongan layanan yang selama ini dibutuhkan masyarakat khususnya warga yang beraktivitas malam hari.
“TransJakarta melihat dan mendengar adanya kebutuhan masyarakat akan layanan Mikrotrans AMARI sebagai ‘first mile’ dan ‘last mile’ guna menghubungkan masyarakat ke koridor-koridor utama,” ujar Syafrin.
Empat koridor rute Mikrotrans Amari yang akan diuji coba dalam tiga bulan adalah;
- JAK 52 (Kalideres-Muara Angke) sebanyak 10 unit terkoneksi dengan koridor 3 di Terminal Kalideres
- JAK 47 (Pasar Minggu-Ciganjur) sebanyak 9 unit terkoneksi dengan koridor 6 di Halte Jati Barat
- JAK 75 (Cililitan-Kp. Pulo) sebanyak 9 unit terkoneksi dengan koridor 7 dan koridor 10 di Halte Cililitan
- JAK 36 (Cilangkap-Cililitan) sebanyak 8 unit yang juga terkoneksi dengan koridor 7 dan koridor 10 di Halte Cililitan
Sementara itu Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza menjelaskan kalau rute itu dipilih berdasarkan point of interest.
“Yang pertama jalur ini melewati pusat kegiatan seperti pasar, fasilitas kesehatan dan kantor polisi terdekat. Kemudian dilihat dari performa rute, aspek layanan dan aspek keselamatan,” katanya.
Rute tersebut juga terkoneksi dengan BRT utama. Dengan layanan ini, Welfizon berharap bisa mendukung budaya bertransportasi yang aman dan nyaman bagi mereka yang beraktivitas di malam hari.
Dia juga meyakin kalau ketersediaan layanan transportasi publik yang baik adalah salah satu parameter kota global.


