Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) saat ini memiliki satu kata baru lagi nih, Buzztie. Baru-baru ini, tim penyusun KBBI dari Badan Bahasa memasukkan kata lawan dari ‘kapital’.
Lawan dari kata kapital tersebut adalah ‘kapitil’. Dalam KBBI, kata kapitil ini memiliki arti: cak kecil (tentang huruf a, b, c, dan seterusnya.)
Menurut Kepala Redaksi KBBI, Badan Bahasa, Dewi Puspita, kata kapitil bukanlah kata baru. Kata ini sudah lazim digunakan oleh kalangan Badan Bahasa.
“Kata kapitil ini sebetulnya sudah lama beredar di kalangan Badan Bahasa untuk menyebut huruf nonkapital, tapi biasanya hanya dalam bentuk selorohan atau candaan,” kata Dewi.
Lebih lanjut, Dewi menerangkan kata kapitil ini dalam ilmu linguistik termasuk ke dalam fonestem atau phonestheme. Menurut kamus Merriam Webster, phonestheme adalah ciri umum bunyi yang muncul dalam sekelompok kata simbolik.
“Contoh fonestem ini adalah penggunaan kata mengandung huruf a atau o untuk sesuatu yang besar, dan huruf i untuk sesuatu yang kecil,” jelas Dewi.
Contoh kata-kata yang tergolong fonestem ini adalah centong dan canting, ngakak dan ngikik, cekakak dan cekikik.
“Kapital dan kapitil adalah salah satu contoh dari fonestem ini,” katanya.
Dewi menyebut kata kapitil diusulkan masuk ke dalam KBBI oleh editor dari Balai Bahasa Aceh pada 2024. Kemudian divalidasi oleh tim pada 2025.
Kata kapitil belum lama masuk KBBI, tetapi ramai cuitan dari masyarakat terkait kata ini. Banyak yang menilai kata kapitil mirip dengan sebuah kata senonoh.
“Dalam KBBI kapitil diberi label cak atau cakapan yg berarti kata itu tidak digunakan dalam ragam formal. Jadi, seharusnya sih tidak masalah,” kata Dewi.
Atas masukan-masukan dari masyarakat, Dewi mengatakan KBBI akan terus melihat tanggapan publik. Pihaknya akan mempertimbangkan kembali kata tersebut.
“Tapi mungkin nanti kita lihat tanggapan dari masyarakat mengenai hal ini. Kalau mayoritas pengguna bahasa Indonesia merasa keberatan, tim redaksi KBBI akan mempertimbangkan kembali pemuatan kata kapitil di KBBI,” pungkasnya.


