Sebuah kompetisi yang sangat tidak biasa dalam dunia olahraga dan catur, World Diving Chess Championship 2025 baru saja selesai digelar di Groningen, Belanda, pada Senin (29/12).
Turnamen ini menggabungkan permainan catur klasik dengan tantangan fisik berupa pertandingan di bawah air.
Peserta harus menyelam, menahan napas, dan membuat langkah catur di dasar kolam.
Kompetisi edisi terbesar dalam sejarah olahraga ini berhasil dimenangkan oleh Zyon Kollen, Master FIDE asal belanda. Ia keluar sebagai juara dunia Diving Chess 2025.
Kollen menyelesaikan turnamen dengan catatan sempurna 5 – 0 di babak akhir. Hanya membutuhkan resmi terakhir untuk memastikan gelar tersebut.
Peringkat kedua diraih oleh Jurrian de Graaf dan posisi ketiga oleh Michel Timmer. Kategori putri diraih oleh Josephine Damen yang menjadi pemain perempuan terbaik di ajang tersebut.
Kejuaraan ini dibatasi hanya 40 peserta karena keterbatasan jumlah papan catur khusus yang dirancang untuk digunakan di bawah air.
Papan tersebut menggunakan bidak magnetik dan berat agar tetap stabil saat berada di dasar kolam.
Dalam format kompetisi, setiap pemain harus menyelam ke dasar kolam, melakukan satu langkah catur sambil menahan napas, lalu kembali ke permukaan sebelum lawan dapat menyelam.
Permainan ini menjadi perpaduan antara strategi catur, ketahanan fisik, dan kontrol napas. Olahraga ini menjadi salah satu cabang paling menantang dalam olahraga catur.
Turnamen Diving Class semakin menarik perhatian komunitas internasional karena karakter uniknya. Acara ini juga diikuti oleh pemain muda, termasuk peserta usia 10 tahun yang bersaing bersama veteran.
Format ini pertama kali dikembangkan oleh Etan Ilfeld, seorang master catur asal Amerika yang menciptakan konsep underwater chess.
Permainan menuntut pemain tidak hanya berpikir secara strategi, tetapi berkompetisi dalam kondisi fisik yang ekstrem.


