BLINK adalah sebutan untuk fans BLACKPINK, mengungkapkan protes soal aksi partai politik yang mengadakan giveaway tiket konser idolanya tersebut. Hal itu dianggap tidak etis dan merusak citra BLACKPINK sebagai artis yang netral secara politik.
Beberapa partai politik di Indonesia dikabarkan mengadakan giveaway tiket konser BLACKPINK sebagai hadiah untuk para pendukungnya. Hal ini menjadi perhatian serius untuk para penggemar BLACKPINK. Mereka menyebut kampanye politik dan aktivitas artistik seharusnya tidak seharusnya digabungkan.
“Halo admin Gerindra. Kami fanbase Blink Indonesia, minta tolong untuk take down postingan ini. member Blackpink bukan warga negara Indonesia, mereka datang kemari hanya untuk bertemu dan menyapa Blink Indonesia. Tolong jangan gunakan nama BLACKPINK untuk kepentingan politik anda,” komentar salah satu akun fanbase BLACKPINK pada unggahan giveaway tiket konser akun parpol Gerindra.
Sebelumnya, akun Twitter Gerindra memang mengumumkan giveaway konser BLACKPINK. Mereka mensyaratkan para BLINK untuk berfoto dengan atribut BLACKPINK di depan baliho atau Billboard Prabowo. Lalu, foto tersebut harus diunggah lewat media sosial pribadi pengikut giveaway.
Selain Gerindra, parpol lainnya yang mendapatkan kritik adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka mensyaratkan pembuatan video TikTok untuk mendapatkan tiket konser gratis tersebut.
“Coba bikin Jedag Jedug versi kalian, tulis kenapa kalian harus menangin CAT1 ini. Sekreatif mungkin!” tulis akun Parpol PSI tersebut.
Sama kayak Gerindra, respon negatif juga banyak diberikan kepada unggahan PSI tersebut. Mereka menyatakan kalau protes tersebut bukan hanya untuk melindungi citra BLACKPINK, tapi juga untuk menjaga integritas industri hiburan di Indonesia.
What do you think, Buzztie?


